Minggu, 23 Agustus 2020

SISTEM PENDINGIN PADA SEPEDA MOTOR

 A. Pengertian Sistem Pendingin dan Fungsi pada Mesin Sepeda Motor

    Sistem pendingin dapat diartikan sebuah rangkaian tersistematis yang digunakan untuk mencegah mesin dan seluruh komponennya berada pada suhu kerja. Proses pembakaran pada mesin akan menghasilkan tenaga dan energi panas. Namun, energi panas yang dihasilkan tidak semuanya dapat dirubah menjadi tenaga. Hanya sekitar 25% energi yang dimanfaatkan secara efektif. Panas yang diserap oleh mesin harus segera dibuang ke udara. Apabila tidak maka tempetur mesin akan menjadi panas yang berlebihan dan bisa menyebabkan mesin mengalami overheat serta mempercepat keausan komponen mesin. Overheat adalah kondisi dimana suhu mesin lebih tinggi dari suhu kerjanya dan sistem pendingin tidak mampu mendinginkan.

Distribusi Energi Pembakaran Untuk Pendinginan | Helmidadang's Blog

Gambar 1. Distribusi energi pada mesin bensin (sumber : Google)

B. Fungsi Sistem Pendingin

1) Untuk Mengurangi Panas Mesin Motor

    Panas yang dihasilkan oleh pembakaran campuran udara dan bahan bakar dapat mencapai sekitar 2500 derajat celcius. Panas yang cukup tinggi ini dapat melelehkan logam atau komponen lain yang digunakan pada motor. Sehingga apabila motor tidak dilengkapi dengan sistem pendindingin dapat merusak komponen motor tersebut.

2) Untuk Mempertahankan Temperatur Mesin pada Temperatur Kerja yang Paling Efisien pada Berbagai Kondisi.

    Umumnya temperatur kerja motor antara 82 derajat celcius hingga 99 derajat celcius. Pada saat komponen motor mencapai temperatur tersebut, komponen motor akan memuai sehingga celah (clearance) pada masing-masing komponen menjadi tepat. Disamping itu kerja motor menjadi maksimum dan emisi gas buang yang ditimbulkan menjadi minimum.

3) Untuk Mempercepat Mesin Motor Mencapai Temperatur Kerja

    Mesin motor perlu dipercepat dalam mencapai temperatur kerja untuk mencegah terjadinya keausan berlebihan, kerja motor yang kurang baik dan emisi gas buang yang berlebihan. Hal tersebut dapat terjadi karena pada saat mesin motor bekerja pada temperatur mesin yang dingi maka campuran bahan bakar dan udara yang msuk ke dalam silinder tidak sesuai dengan campuran yang dapat menghasilkan kerja motor yang maksimum.

    Temperatur dinding silinder yang dingin mengakibatkan pembakaran menjadi tidak sempurna sehingga gas buang banyak mengandung emisi yang merugikan manusia. Oleh karena itu pada saat motor hidup temperatur kerja harus segera dicapai. Hal tersebut akan terpenuhi apabila pada motor terdapat sistem pendingin yang dilengkapi dengan komponen yang memungkinkan hal tersebut.

4) Membantu Menyebarkan Panas Mesin Motor Secara Merata, dan Menyerap Pans dari Mesin dan Dibuang Ke Udara

C. Macam-Macam Sistem Pendingin Sepeda Motor

    Secara umum ada 3 macam sistem pendingin pada mesin sepeda motor yaitu sebagai berikut :

1) Sistem Pendingin Udara

    Sistem pendingin udara menggunakan udara luar sebagai media pendingin. Artinya, panas mesin akan disalurkan secara langsung ke udara bebas.

    Sistem pendingin udara dibedakan menjadi 2 jenis yaitu sebagai berikut :

a) Sistem Pendingin Udara Alami

    Pendingin mesin pada sistem ini hanya menggunakan udara yang mengalir melewati mesin sewaktu sepeda motor berjalan. Untuk mempercepat proses perpindahan panas, maka dibuatlah konstruksi blok silinder dan kepala silinder yang dilengkapi dengan sirip udara.

    Sirip udara ini sebenarnya berfungsu untuk memperluas bidang interaksi panas. Sehingga semakin  lebar luas penampang mesin yang berinteraksi maka semakin cepat pula perpindahan panasnya. Mekanismenya saat temperatur mesin meningkat maka panas mesin akan menyebar keseluruh bagian mesin. Termasuk sirip udara yang terletak di bagian blok mesin. Sementara itu, lokasi mesin motor tidak tertutup frme, hal itu menyebabkan adanya aliran udara yang melalui mesin saat motor bergerak.

    Aliran udara ini akan menyerap panas dari sirip mesin. Karena sifat panas yang akan mengalir ke zat yang memiliki suhu lebih rendah. Sehingga proses pendinginan bisa berlangsung. 


Gambar 2. Sistem Pendinginan Udara Alami. 

b) Sistem Pendingin Udara Paksa

    Pada sitem pendingin ini udara disirkulasikan oleh kipas ke sirip-sirip pendingin. Sistem pendingin udara paksa ini sekarang banyak diaplikasikan pada motor matic. Dimana letak mesin yang berada di bawah jok dan tertutup cover maka proses pendinginan alami tidak bisa berlangsung maksimal. 

    Untuk mengatasi hal tersebut, maka poros engkol mesin dihubungkan dengan sebuah kipas. Fungsi kipas ini adalah untuk menciptakan aliran dari luar mesin menuju ke dalam mesin. Sehingga proses pendinginan akan berjalan maksimal. 


Gambar 3. Sistem Pendingin Udara Paksa

2) Sistem Pendingin Air

    Saat ini, sudah mulai banyak sepeda motor yang menggunakan sistem pendingin air. Terutama sepeda motor dengan kapasitas di atas 150 CC. Sistem ini dipakai karena proses pendinginan yang lebih cepat dan akurat. 

    Pada sistem ini, Disekeliling silinder dan kepala silinder diberikan rongga-rongga berisi air yang disirkulasikan oleh pompa air (Water Pump). Air yang telah menyerap panas mesin dialirkan ke radiator untuk didinginkan melalui kisi-kisi radiator dan aliran udara yang melalui radiator.


Gambar 4. Sistem Pendingin Air 

3) Sistem Pendingin Oli

    Oli memang berfungsi sebagai pelumas, namun oli mesin juga berfungsi sebagai penyerap panas. Sehingga fungsinya bisa menyamai dari fungsi coolant atau air pendingin. Prinsip kerjanya, saat mesin hidup oli akan bersirkulasi ke seluruh bagian mesin. Namun sirkulasi ini akan dilewatkan pada komponen oil cooler. 

    Oil cooler memiliki bentuk seperti radiator hanya saja biasanya memiliki ukuran lebih kecil. Fungsi Oil cooler adalah untuk menyerap panas oli dan melepaskannya ke udara. Saat motor berjalan, akan timbul aliran udara dari depan menerpa oil cooler, sehingga panas dari oil cooler akan pindah ke udara bebas. Hal itu menyebabkan suhu mesin terjaga dari pelumasannya.

Gambar 5. Sistem pendingin Oli 


SOAL

1. Mengapa pada sepeda motor yang memiliki CC diatas 150 tidak menggunakan sistem pendingin udara?

2. Sebutkan contoh penerapan pada sepeda motor apa saja untuk sistem pendingin udara alami, pendingi udara paksa, sistem pendingin air dan sistem pendingin oli!

3. Apa perbedaan yang paling mencolok pada sistem pendinginan udara alami dan paksa?


kerjakan di buku tulismu dan upload di google classroom






Selasa, 18 Agustus 2020

SISTEM INSTRUMEN SEPEDA MOTOR

 SISTEM INSTRUMEN SEPEDA MOTOR


    Instrumentasi merupakan suatu bentuk perlengkapan sepeda motor yang terdiri atas alat ukur yang memberikan informasi kepada pengendara mengenai kondisi sepeda motor tersebut. Suatu sistem Instrumentasi dalam sepeda motor tidak sama totalnya, pada awal dari sepeda motor instrumentasi sederhana hingga sepeda motor yang dilengkapi dengan instrumentasi yang berlimpah. Pada sistem instrumentasi lengkap, yaitu speedometer (alat pengukur kecepatan), tachometer ( alat pengukur putaran mesin), ammeter (alat oengukur arus listrik), voltmeter (alat pengukur tegangan listrik), clock (jam), fuel dan temperature gauge (alat pengukur bahan bakar dan suhu), oil pressure gauge ( pengukur tekanan oli) dan lain-lain.

Komponen Sistem Instrumen

    Pada sejumlah model, instrumentasi dikaitkan dengan pusat pengatur unit (unit pengontrol) yang akan memantau semua aspek dari mesin dan fungsi sistem kelistrikan saat mesin dioperasikan. Pada informasinya didapatkan dari berbagai ragam switch (saklar) dan sensor apabila pada suatu sistem muncul kesalahan akan diperlihatkan dalam bentuk warning light (lampu tanda peringatan) atau dalam panel LCD (liquid Crystal Display) bagi sejumlah macam sepeda motor.

a. Speedometer

    Speedometer adalah alat untuk menyediakan informsi kepada pengendara perihal kecepatan kendaraan. Speedometer di dalam sepeda motor ada yang dioperasikan secara mekanik yaitu lewat kawat baja (kabel speedometer) dan ada yang secara elektronik. Speedometer yang dioperasikan oleh kabel pada umumnya dihubungkan ke gigi penggerak pada roda depan, akan tetapi ada juga yang dikaitkan ke output shaft (poros output) transmisi/persneling agar mendapatkan putarannya.

Sistem Instrumentasi dan Tanda Peringatan (Instrumentation and Warning  System) - Yulia Amira !!

Gambar 1. Rangkaian Speedometer mekanik dan digital pada sepeda motor (sumber google)

    Pada bagian speedometernya ada magnet permanen yang bisa diputar oleh kabel tersebut. Pada penunjukan pada jarum kecepatan berlandaskan atas medan magnet yang diputar, serta dapat diterima oleh sebuah piringan besi non magnet yang telah dipasang berhadapan dengan benda tersebut. Pada Speedometer elektronik, sensor mengirimkan sinyal pada setiap putaran yang didapatkan dari sproket depan atau output shaft ke unit pengontrol. Oleh sebab itu, hasilnya akan diperlihatkan pada panel.

b. Switch (Saklar) pada sistem tanda peringatan

    Pada saklar-saklar yang berada pada sistem tanda peringatan biasannya digerakkan secara mekanik atau langsung digerakkan secara manual (dengan tangan) untuk menghidupkan(ON/OFF) pada suatu sistem tersebut. Saklar-saklar yang termsuk ke dalam sistem tanda peringatan sebagai berikut :

1) Neutral Switch (Saklar Netral) 

    Hampir semua jenis sepeda motor dilengkapi dengan netral switch (saklar yang menunjukkan gigi transmisi sedang netral) untuk mengatur lampu peringatan pada panel instrumen. Pada dasarnya neutral switch diskrupkan ke rumah transmisi. Pada saat gigi transmisi netral, kontak di dalam saklar akan tertekan (tertutup) dan akan membuat lampu peringatan dimassakan sehingga menyala. Pada semua sepeda motor yang dilengkapi sistem pengaman, neutral switch juga dimanfaatkan untuk mencegah sistem strater tidak bisa dihidupkan bila posisi transmisi sedang masuk gigi.

2) Clutch Switch (Saklar Kopling)

    Clutch Switch merupakan tipe plunger dan dipasang pada bagian clutch lever (tuas kopling). Pada sepeda motor yang dilengkapi sistem pengaman, Clutch switch juga digunakan untuk mencegah sistem stater tidak bisa dihidupkan jika kopling tidak ditarik. 

3) Side Stand Switch (Sakelar Standart Samping)

    Sidestand switch  juga merupakan bagian dari sistem pengaman yang dirancang agar sepeda motor tida bisa dijalankan apabila sidestandnya sedang pada posisi diturunkan/digunakan untuk menyandarkan sepeda motor. Tipe Standswitch bisa tipe plunger maupun rotari yang dipasangkan. Secara sederhana kombinasi hubungab antara neutral switch, clutch switch dan sidestand switch yang berfungsi sebagai pengaman dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

Sistem Instrumentasi dan Tanda Peringatan (Instrumentation and Warning  System) - Yulia Amira !!

Gambar 2. Kombinasi antara netral switch, clutch switch dan sidestand switch (sumber google)

    Berdasarkan pada gambar di atas bisa diartikan bahwa rangkaian stater relay pada sistem stater baru bisa dikaitkan ke massa bila clutch dan kickdown switch posisi menutup atau netral switch saja yang menutup. Clutch switch menutup bila kopling sedang ditarik, side stand switch menutup bila posisi side stand sedang dinaikkan (tidak sedang digunakan untuk menstandartkan sepeda motor). Sementara itu, neutral switch menutup jika posisi gigi transmisi sedang netral (transmisi tidak masuk gigi).

3) Brake Light Switch 

    Penggunaan Brake light switch, yaitu untuk menghidupkan lampu rem pada saat rem depan/rem belakang sedang dipakai. Saklar rem depan pada umunya model pressure switch (saklar tekanan) yang dioperasikan oelh sistem hidrolik rem depan. Sementara itu, saklar rem belakang pada umumnya tipe plunger yang digerakkan lewat pegas pada rem belakang dan bisa diatur sesuai ketinggian pedal dan jarak bebas rem. 

Brake light switch (saklar lampu rem) | KLIK SEPEDA MOTOR

Gambar 3. Rangkaian Brake Light Switch pada Sepeda Motor

    Berdasarkan gambar di atas, apabila pedal rem ditekan maka saklar rem akan menutuo dan menghubungkan arus dari batrai ke massa melalui lampu rem. Akibatnya, lampu rem akan menyala. 


SOAL !!!

1. Identifikasi Komponen Sistem Intrumen apa saja yang ada pada sepeda motor kalian!

Senin, 10 Agustus 2020

PEMERIKSAAN PADA REM HIDROLIK

 PEMERIKSAAN PADA REM HIDROLIK

A. Pemeriksaan dan Perbaikan Caliper Rem

1. Caliper unit dilepas dari dudukannya

2. Semua minyak rem dikeluarkan dari saluran hidrolis rem

3. Semua komponen kaliper rem dilepas, kemudian semua komponen dicuci dengan air bersih dan detergen.

Langkah pembongkaran brake caliper

a.  Keluarkan minyak rem dari sistem hidrolik

b.  Lepaskan selang rem, baut nipel oli dan ring perapat

c. Lepaskan kampas rem

d. Lepaskan bracket caliper dari badan caliper

e. Lepaskan pegas kampas dan karet tutup pin slide

f. Letakkan sebuah lap bengkel di atas piston

g. Posisikan caliper  agar piston menghadap ke bawah dan semprotkan udara bertekanan ke saluran masuk minyak rem untuk membantu mengeluarkan piston

h. Cuci bagian-bagian caliper dengan air bersih.

Gambar 1. Komponen-kompone dalam kaliper (sumber Buku pemeliharaan chasis sepeda motor)

4. Memeriksa permukaan dinding Cylinder Caliper dari cacat dan goresan. Selanjutnya, ukur diameter dalamnya pada arah sumbu X dan Y di beberapa posisi. Bandingkan hasil pengukuran dengan batas servis yang diizinkan

5. Memeriksa kondisi piston Caliper secara visual terhadap cacat maupun goresan. Selanjutnya, ukur diameter pada arah sumbu X dan Y di beberapa posisi. Bandingkan hasil pengukuran dengan batas servis yang diizinkan.

Gambar 2. mengukur Cilinder caliper dan piston kaliper (sumber buku PSSM )

Langkah perakitan Brake Silinder

a. Lapisi sil piston dan sil debu baru dengan minyak rem bersih dan pasang pada alur-alur sil di caliper.
b. Lumasi piston Caliper dengan minyak rem bersih dan pasang piston ujung terbuka piston menghadap keluar.
c. Lumasi bagian dalam karet tutup pin slide dengan gemuk silikon dan pada badan caliper.
d. Pasang pegas kampas rem pada badan caliper
e. Lapisi pin caliper dengan gemuk dan pasang bracket caliper pada caliper
f. Pasang kampas rem dan caliper.
Gambar 3. Perakitan Brake Caliper (sumber buku PSSM)

B. Pemeriksaan dan Perbaikan Master Cylinder
1. Melepas semua komponen master cilinder rem, kemudian mencuci semua komponen menggunakan air bersih dan detergen.

Langkah pembongkaran master cilinder
a. Keluarkan minyak rem.
b. Lepaskan tutup karet piston dari piston dan silinder utama
c. Lepaskan klip pengunci (snap ring)
d. Lepaskan piston dan pegas.
e. Bersihkan bagian dalam silinder utama, kotak minyak rem , dan piston dengan minyak rem bersih. 
Kekhasan master silinder pada rem depan | TotalOtomotif.com

Gambar 4. Komponen Master cilinder (sumber google)

2. Memeriksa permukaan dinding master cilinder dari kemungkinan cacat ataupun goresan. selanjutnya, ukur diameter dalamnya  pada sumbu X dan Y di beberapa posisi. bandingkan hasil pengukuran dengan batas servis yang diizinkan.

3. Memeriksa kondisi piston master cylinder secara visual terhadap kemungkinan cacat ataupun goresan. Selanjutnya, ukur diameternya pada arah sumbu X dan Y di bebrapa posisi. bandingkan hasil pengukuran dengan batas servise yang diizinkan.

Gambar 5. Memeriksa Master cilinder dan master piston (sumber buku PSSM)

4. Perakitan Master Cilinder
a. Pastikan semua komponen dibersihkan sebelum dirakit kembali
b. ganti cups dengan yang baru setiap pembongkaran
c. Lapisi Piston Cup dengan minyak rem tyang baru dan pasang pada pistonnya
d. Pasang pegas piston pada ujung piston dengan diameter yang lebih besar menghadap master cilinder
e. Pasang piston, pegas piston dan piston pada silinder utama dengan piston cup yanf cekung menghadap sisi dalam. 
f. Pasang flip pengunci pada alur di dalam master cilinder
g. Pasang tutup karet piston ke dalam maste cilinder dan alur di dalam piston
h. Lumasi daerah kontak antara handel rem dan piston dengan gemuk silikon

C. Pemeriksaan dan Perbaikan Disk Brake (Cakram)
1. Periksa cakram secara visual terhadap kemungkinan retak atau rusak. 
2. Ukuran ketebalan cakram pada beberapa tempat. Apabila hasil pengukuran terkecil lebih kecil dari batas servis yang diizinkan ganti cakram dengan yang baru.
3. Periksa keolengan cakram dengan terlebih dahulu memastikan bahwa bearing roda normal. Apabila keolengan melebihi limit. cakram harus diganti.
Gambar 6. Memeriksa Ketebalan dan Keolengan Cakram (Sumber Buku PSSM)

D. Pemeriksaan Keausan Brake Pad
1. Keausan brake pad ditunjukkan oleh indikator batas keausan (wear indicator line) pada brake pad. 
Gambar 7. Indikator batas keausan brake pad ditunjukkan huruf (a) (sumber Buku PSSM)
2. Permukaan gesek brake pad yang kotor karena debu atau terlihat mengilap dapat dipergunakan kembali setelah diampelas. Jangan menggunakan tekanan udara ataupun sikat kering untuk membersihkan rem karena debu rem mengandung partikel-partikel yang berbahaya bagi kesehatan.

3. Brake Pad wajib diganti apabila :
a. ketebalan kurang dari batas servis yang diizinkan
b. Permukaan gesek brake pad terkena gemuk atau oli pelumas

E. Melakukan air bledding setelah melakukan pembongkaran sistem hidrolik rem. 

Udara yang terkurung dalam saluran minyak rem akan menyebabkan kekosongan yang ditandai dengan saat menarik tuas rem terasa ringan. Dalam hal ini udara perlu dikeluarkan agar tidak membahayakan pengendara. adapun langkahnya sebagai berikut :
1. Tekan brake lever kemudian buka bleed valve 1/4 putaran sampai minyak rem keluar. Selanjutnya tutup lagi bleed valve.
CATATAN :
  • Jangan melepas brake lever atau pedal sampai bleed valve ditutup
  • Pastikan jumlah minyaj rem pada reservoir diatas batas minimum agar tidak ada udara masuk melalui reservoir sewaktu memompa.
2. Lepaskan Brake lever secara perlahan-lahan dan tunggu beberapa detik
3. Ulangi langkah di atas beberapa kali sampai minyak yang terpompa keluar tidak mengandung gelembung udara.
4. Kencangkan bleed valve dan pastikan bahwa minyak rem di dalam reservoir master cilinder cukup. Pasang kembali tutup master cilinder.

F. Penggantian Minyak Rem
1. Penggantian Minyak rem dengan Brake Bleeder
a. Hubungkan alat brake bleeder ke katup pembuangan
b. Pompalah handle alat brake bleeder 3-4 kali dan longgarkan katup pembuangan lalu kencangkan kembali.
c. Tambahkan minyak rem ketika tinggi permukaan minyak rem di dalam silinder utama turun.
d. Ulangi prosedur di atas sampai tidak ada lagi gelembung udara di dalam selang plastik.
Gambar 8. Penggantian Minyak Rem dengan Brake Bleeder (sumber Buku PSSM)
2. Penggantian Minyak rem Tanpa Brake Bleeder
a. Buka tutup master cilinder dan diafragma
b. Isi Minyak rem sampai batas Upper
c. Hubungkan pipa pada katup pembuangan
d. Pompa handle rem sampai terasa keras. Buka tutup pembuanngan sambil menahan handle rem agar minyak rem keluar bersama gelembung-gelembung udara dan tutuplah kembali.
e. Ulangi langkah di atas sampai tidak ada lagi gelembung-gelembung udara yang muncul pada selang pembuangan.
Gambar 9. penggantian minyak rem tanpa brake bleeder (sumber buku PSSM)


SOAL 
1. Jelaskan apa penyebab handle rem terasa lunak!
2. Jelaskan penyebab rem terasa keras!
3. Jelaskan penyebab rem menyangkut!
4. Jelaskan mengapa saat membersihkan komponen rem hidrolik tidak boleh menggunakan bensin!




Selasa, 04 Agustus 2020

GANGGUAN PADA SISTEM PENERANGAN BAGIAN 2 (LAMPU STOP)


LAMPU STOP (STOP LAMP) 
        Lampu stop ini biasa disebut dengan lampu tail. Lampu tail berfungi sebagai komponen penyedia pencahayaan motor karena letaknya yang berada di belakang. Lampu tail digunakan sebagai pemberi informasi kepada pengguna yang berada di belakangnya. Sama seperti lampu depan, lampu tail ini juga memiliki dua macam jenis lampu, yaitu lampu tail dan lampu rem. Lampu tail akan hidup secara otomatis saat lampu kepala aktif. 


PEMERIKSAAN LAMPU BELAKANG

        Lampu belakang pada sepeda motor difungsikan sebagai tanda posisi sepeda motor dan sebagai lampu plat nomor. Jenis gangguan yang sering terjadi pada lampu belakang dan pemeriksaannya adalah sebagai berikut :

1. Lampu Mati 
    Pada saat mesi hidup saklar lampu berada pada posisi HL (Head Lamp) lampu tidak mau menyala. urutan pemeriksaan sebagai berikut :
a. Periksalah bola lampu bagian depan dengan menggunakan multimeter
b. Kemungkinan filamen lampu putus atau dudukan lampu kotor atau berkarat untuk itu bersihkan
c. Ukur tegangan keluaran dari kumparan generator menggunakan voltmeter
d. Periksalah keadaan sambungan kabel-kabelnya. Hal ini kemungkinan ada yang putus atau kendor. selain itu periksa juga kemungkinan ada kabel yang terjadi hubungan singkat atau korslet.

2. Apabila bola lampu pada sistem penerangan selalu mati saat mesin hidup pada putaran tinggi, berarti ada gangguan pada sistem pengisian yang disebabkan oleh hal-hal sebagi berikut :
a. Batrai rusak atau elektroniknya kosong
b. Kiprok mengalami kerusakan 


SOAL !!!
BUATLAH RANGKAIAN SISTEM LAMPU KOTA DAN LAMPU STOP DI BUKU TULISMU, DAN SEBUTKAN KOMPONENNYA. SETELAH ITU FOTO DAN KIRIMKAN KE GOOGLE CLASSROOM!!!

Jenis Layanan Bengkel Sepeda Motor

 Manajemen bengkel adalah salah satu cabang manajemen yang kegiatannya mengatur agar dapat menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang da...