Selasa, 15 September 2020

Berbagai Macam Gangguan pada Rem ABS

 Sistem Rem ABS juga dapat mengalami kerusakan dan gangguan apabila tidak di rawat. Berikut ini merupakan kerusakan yang sering terjadi pada sistem rem ABS sepeda motor. 

a. Rotor pada speed sensor mengalami kebengkokan atau kotor.

b. Speed Sensor nya rusak.

c. Kondisi minyak rem berkurang.

d. Fungsi saluran/pipa minyak rem terhambat dan mengalami kebocoran.

f. ABS Hydraulic unitnya bermasalah sehingga kinerjanya tidak normal. 

    Tidak seperti sistem rem hidrolik dan mekanik, berbagai indikator akan muncul saat pengereman sistem ABS mengalami gangguan. Hal tersebut mempermudah bagi pengendara sepeda motor bahwa sistem pengeramannya sedang mengalami gangguan. Berikut ini cara mengetahui gangguan pada sistem pengereman ABS. 

a) Mengidentifikasi Gangguan Melalui Lampu di Speedometer

    Cara untuk mendeteksi gangguan pada rem ABS yang paling mudah adalah melihat lampu yang menyala di speedometer. Apabila lampu tanda ABS pada speedometer menyala, dapat dipastikan ada gangguan di rem ABS, begitu juga sebaliknya.

b) Mengidentifikasi Gangguan Melalui Sensor yang Ada di Rem ABS

    Sensor ini sudah dirancang oleh pabrikan motor. Apabila ada sistem/rem ABS yang mengalami gangguan, sensor akan bekerja secara otomatis. Oleh karena itu, perawatan terhadap rem ABS sangat penting dilakukan. Hindari kerusakan sensir dan jangan sampai sepeda motor jatuh.

c) Mengindentifikasi Gangguan Melalui Cara Kerja dan Pengereman

    Cara selanjutnya untuk mengindentifikasi gangguan rem ABS adalah dengan cara kerja pengereman. Apabila saat melakukan pengereman tidak ada rasa memantul, hal itu menandakan bahwa rem ABS tidak berfungsi dengan baik.


MENGATASI GANGGUAN REM ABS

    Penggunaan rem ABS di sepeda motor merupakan hal yang baru. Oleh karena itu, cara memperbaiki gangguan sistem rem ini masih terasa sulit untuk dilakukan. Berikut ini beberapa cara untuk mengatasi gangguan pada sistem rem ABS.

Gambar 1. Ordinary Self Diagnosis Sistem rem ABS (sumber :https://www.slideshare.net/galo2/combined-abs-cbr-250)
Gambar 2. Kode kerusakan pada ABS (sumber :https://www.slideshare.net/galo2/combined-abs-cbr-250)
Gambar 3. Ringkasan diagnosis ABS (sumber :https://www.slideshare.net/galo2/combined-abs-cbr-250)

    Cara mendiagnosis kegagalan fungsi ABS cukup mudah, yakni dengan melihat kedipan lampu indikator. Namun, ada cara yang harus dilakukan sebelumnya. Dalam kondisi motor tidak jalan, lepaskan konektor ABS Service Check dari konektor. Jumper terminal konektor (abu-abu dan merah-silver). Selanjutnya, putar kunci kontak ke ON. ABS indikator akan menyala selama 2 detik lalu mati selama 3,6 detik. Setelah itu indikator akan memberitahukan sumber masalah. kedipan panjang menandakan puluhan, sedang kedipan cepat menandakan satuan. Misal, satu kedipan panjang dan tiga kedipan cepat artinya angka 13. Angka 13 tersebut menandakan rangkaian speed sensor belakang tidak berfungsi dengan baik. Perhatikan langkah berikut :

a. Lepaskan konektor ABS service check 3P dari konektor dummy.

b. Hubungkan dengan kabel terminal konektor 3P ABS konektor dengan kabel jumper kemudian putar kunci kontak ke posisi OFF

Gambar 4. Kabel Terminal konektor 3P ABS konektor dengan kabel jumper (sumber :https://www.slideshare.net/galo2/combined-abs-cbr-250)

c) Putar ignition switch ke posisi ON dan engine stop swith ke Ω. ABS indikator (l) harus menyala 2 detik (sinyal start kemudian akan mati setelah 3,6 detik) dan mulai mengindikasikan masalah.
d) Kode masalah diperlihatkan dengan jumlah kedipan ABS indikator. Jika kode masalah tidak tersimpan, ABS indikator tetap menyala.
e) Putar Ignition switch ke OFF dan lepaskan jumper wire(kabel jumper). Hubungkan konektor 3P ABS service check ke konektor dummy (penutup).
    Langkah selanjutnya adalah menghapus kode kerusakan pada sensor rem ABS agar tidak menyala terus menerus.
a) Lepaskan konektor 3P ABS Service Check (1) dari konektor dummy (2).
b) Hubungkan singakt terminal-terminal kabel dari konektor 3P ABS service check dengan sebuah jumper wire (3) dengan ignition switch diputar ke OFF dengan cara yang sama seperti saat pengeluaran. 
c) Putar ignition switch ke ON dan engine stop switch ke Ω sementara menekan handel rem. ABS indikator harus menyala selama 2 detik lalu mati.
d) Lepaskan handel rem dengan segera setelah ABS indikator mati, ABS indikator harus menyala.
Gambar 5. Konektor 3P ABS service Check, Lepas handle rem dan lampu indikator ABS (sumber :https://www.slideshare.net/galo2/combined-abs-cbr-250)

e) Tekan Handle rem segera setelah ABS indikator menyala. ABS indikator harus mati.
f) Lepaskan handle rem segera setelah ABS indikator mati. Setelah penghapusan kode selesai, ABS indikator akan berkedip 2 kali dan menyala terus.
g) Jika ABS indikator tidak berkedip 2 kali, data tidak terhapus. Jadi, cobalah sekali lagi. Jika indikator berkedip 2 kali dan berkedip terus, berarti sistem ABS tidak bekerja dengan baik.
h) Putar Ignition switch ke OFF dan lepaskan jumper wire. Hubungkan konektor 3P ABS service check ke konektor dummy.

Tabel Kode Kerusakan pada ABS (sumber :https://www.slideshare.net/galo2/combined-abs-cbr-250)


SOAL 
1. Tuliskan cara apasaja yang digunakan untuk mengidentifikasi kerusakan pada ABS!
2. Tuliskan kembali tabel kode kerusakan pada rem ABS!
3. Bagaimana cara mengatasi kerusakan pada rem ABS?










Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jenis Layanan Bengkel Sepeda Motor

 Manajemen bengkel adalah salah satu cabang manajemen yang kegiatannya mengatur agar dapat menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang da...