Minggu, 06 September 2020

KOMPONEN REM ABS

 Rem ABS atau yang disebut juga dengan Anti Lock Braking System adalah sebuah sistem rem yang ada di kendaraan mobil ataupun motor agar tidak terjadi penguncian roda saat pengendara mengerek secara mendadak. Sebelum ada di motor, sistem ini sudah ada terlebih dahulu di Pesawat Terbang. Seperti yang kita tahu banyak para pengendara yang kadang melakukan rem mendadak dan tentunya ini membahayakan bagi si pengendara itu sendiri.

PENGERTIAN DAN CARA KERJA DARI REM ABS | OTOMOTIF

Gambar 1. Diagram rem ABS (sumber otomotif blogger)

Teknologi sistem pengereman ABS bekerja berdasarkan data sensir ABS yang letaknya berada di dekat bidang pengereman. Ketika sensor ABS tersebut mendeteksi ada roda yang mengunci, secara otomatis sensor tersebut akan mengirimkan sinyal ke modulator yang kemudian berfungsi untuk memerintahkan piston rem untuk mengendurkan tekanan fluida atau minyak rem dari kaliper dalam kondisi tertentu. Sebaliknya, tekanan akan kembalo naik dan normal ketika penguncian berkurang. Proses pengurangan, penahanan, dan peningkatan tekanan fluida ini berlangsung sangat cepat, sekitar 15-50 kali perdetik sehingga roda tidak akan terkunci saat terjadi pengereman mendadak. 

KOMPONEN SISTEM REM ABS

Sistem pengereman ABS memiliki beberapa komponen penting. Berikur beberapa komponen pada sistem rem ABS.

a. Wheel Speed Sensor

Wheel Speed Sensor berfungsi untuk mendeteksi kecepatan roda dan mendeteksi terjadinya slip pada roda kendaraan. Saat terjadi pengereman akan dikonfirmasikan ke ABS control moduk kemudian dilakukan pengereman. Wheel Speed Sensor terdiri atas sensor dan rotor. 

C1203 Y C1200 HYUNDAI ELANTRA 2008 ABS EN FALLA - YouTube

Gambar 2. Wheel Speed Sensor (Sumber : Youtube)

Di dalam sensor terdapat magnet yang menghasilkan garis gaya magnet dan pada rotor terdapat roda gigi. Saat rotor berputar, roda gigi yang berputar memotong garis gaya magnet sehingga menghasilkan gaya induksi elektromagnetik bolak-balik sesuai dengan kecepatan rotor. Oleh sensor, gaya induksi elektromagnetik bolak-balik ini diubah menjadi sinyal gelombang sinus tegangan kemudian dikirimkan ke ABS Control Modul.

b. ABS Control Modul

ABS Control Modul adalah unit yang memproses seua sensor untuk mengendalikan kerja sistem rem ABS dengan cara mengatur kerja setiap selenoid yang ada di dalam Hidraulic Unit. Berikut ini beberapa fungsi ABS Controle Module : 

ATE 36001319, 399009 ABS Control Module - Volvo

Gambar 3. ABS Control Module (sumber : autohausAZ)

1) Fungsi Self Diagnosis

Fungsi Self Diagnosis adalah untuk mendiagnosis sistem dan komponen rem pada berbagai kondisi dan hasilnya diinformasikan dalam DTC dengan penyalaan lampu peringatan ABS.

2) Funsi Fail Safe 

Fugsi Fail Safe  adalah fungsi keamanan di mana jika terjadi masalah pada fungsi ABS, Sistem ABS akan off dan sistem rem akan kembali pada sistem rem konvensional (tanpa ABS).

3) Sirkuit Pembentuk Gelombang

Sirkuit pembentuk gelombang mengubah sinyak output dari wheel speed sensor berupa gelombang sinus (analog) yang frekuensinya berubah-ubah berdasarkan perubahan kecepatan roda menjadi sinyal pulsa (digital) sehingga dapat diproses oleh microcomputer.

4) Microcomputer Unit (MCU)

Microcomputer Unit (MCU) mendeteksi kecepatan roda, percepatan atau perlambatan kecepatan roda, dan kecepatan kendaraan sesuai sinyal digital yang dikirim dari sirkuit pembentuk gelombang sehingga kondisi slip kendaraan dapat dideteksi setiap waktu. (1) Saat perlambatan kecepatan roda menurun drastis hingga di bawah kecepatan yang ditentukan, MCU menentukan angka slip tinggi dan mengirim sinyal untuk menahan atau mengurangi tekanan rem. (2) Sebaliknya, saat percepatan kecepatan roda meningkat hingga pada batas yang telah ditentukan, MCU menetukan angka slip rendah mengirim sinyal untuk menaikkan tekanan rem. 

5) Sirkuit Selenoid Control 

Sirkuit ini menggunakan power transistir dan mengontrol arus yang mengalir ke selenoid valve di dalam hidraulic unit.

6) Sirkuit Fail-safe 

Sirkuit ini memonitor kerja dari sensor, selenoid dan ABS controle modul. Apabila terdapat unit atau sistem yang tidak berfungsi, sirkuit akan menghentikan kerja dari semua selenoid dan motor, sistem rem akan berfungsi secara konvensional, serta lampu peringatan ABS pada panel instrumen akan menyala. 

c. Hidraulic Unit

Hidrolik unit terdiri atas selenoid valve, pompa, reservoir, accumulator. Selenoid valve mengubah posisi anchor berdasarkan output dari ABS controle modul.

1) Saat sirkuit penghasil tekanan terbentuk, minyak rem dalam caliper atau wheel cylinder mengalir menuju ke reservoir dan tekanan rem menurun. Pompa mengalirkan minyak rem ke accumulator  di mana tersimpan minyak rem yang bertekanan tinggi. sebelum dikembalikan ke master cylinder.

2) Saat sirkuit penahan tekanan terbentuk, saluran kaliper terputus dan tekanan minyak dalam kaliper di jaga agar konsisten.

3) Saat sirkuit peningkatan terbentuk, minyak rem yang bertekanan tinggi pada accumulator diteruskan ke kaliper. Jika tekanan minyak rem dalam accumulatir belum tinggi, tekanan minyak rem dalam kaliper sama dengan tekanan minyak rem pada master cylinder.


SOAL!!

1. Jelaskan bagaimana cara kerja sistem ABS pada sepeda motor!

2. Sebutkan Komponen rem ABS dan fungsinya!

3. Sebutkan sepeda motor apa saja yang kamu ketahui yang sudah menggunakan rem ABS!




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jenis Layanan Bengkel Sepeda Motor

 Manajemen bengkel adalah salah satu cabang manajemen yang kegiatannya mengatur agar dapat menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang da...