Senin, 12 Oktober 2020

Gangguan pada sistem pengisian

 Pada sepeda motor untuk sistem pengisian, yaitu magnet roda daya generator magnet yang dihasilkan oleh medan dari magnet permanen. Saat magnet bekerja bersamaan dengan roda daya dan untuk membangkitkan listrik dengan cara memutarnya mengelilingi kumparan tersebut.

Baterai (accu) sebagai sumber untuk memenuhi seluruh peralatan kelistrikan yang terpasang pada sepeda motor. Apabila pengisian tidak stabil pasti ada penyebab-penyebabnya. Faktor yang dapat menyebabkan gangguan pada sistem pengisian adalah sebagai berikut.

1. V-Belt Putus

Fungsi komponen v-belt yaitu untuk menghubungkan putaran mesin dengan alternator. Putaran mesin tidak akan terhubung dengan alternator sehingga alternator tidak akan berputar jika komponen v-belt putus. Hal ini akan mengakibatkan tidak akan terjadi induksi tegangan pada alternator atau tegangan listrik tidak akan dihasilkan oleh alternator walaupun pada alternator terjadi kemagnetan pada field coil atau kumparan rotor. 

2. Regulator Rusak

Sistem pengisian tidak bekerja jika regulator mengalami kerusakan. Ada bebrapa komponen yang terdapat pada regulator yang jika terjadi kerusakan maka sistem pengisian tidak akan bekerja antara lain resistor putus, kontak point pada voltage regulator kotor.









Gambar 1. Rangkaian Voltage Regulator (sumber: https://www.autoexpose.org/2017/08/cara-kerja-regulator.html)

Jika resistor dan kontak point yang ada pada rangkaian voltage regulator ini putus maka aliran listrik dari terminal IG akan terlambat. Selain itu, akan mengakibatkan tidak dapat dialirkan ke komponen rotor coil sehingga kemagnetan pada alternator tidak dapat dibangkitkan oleh rotor coil. 

3. Alternator Rusak

Bagian terpentin dari sistem pengisian adalah alternator. Fungsi alternator yaitu untuk membangkitkan energi listrik yang nantinya digunakan untuk mengisi kembali baterai dan untuk mensuplai arus listrik ke komponen-komponen kelistrikan selama masih hidup. Ada beberapa komponen alternator yang dapat mempengaruhi hilangya tegangan pengisian sebagai berikut.

a. Rotor Coil Putus

Kumparan yang ada di dalam alternator yang bergerak sama dengan pully alternator disebut rotor coil. Fungsi rotor coil untuk membangkitkan medan magnet. Rotor coil dapat membangkitkan medan magnet, apabila ada arus listrik yang melewati rotor coil. Oleh sebab itu apabila arus listrik ini hilang atau tidak ada maka rotor coil tidak akan dapat membangkitkan kemagnetan.

Tegangan listrik dapat dihasilkan, jika penghantar atau kumparan stator memotong gaya medan magnet. Apabila medan magnet tidak ada maka tegangan listrik juga tidak akan dihasilkan. Arus listrik akan dapat mengalir ke rotor coil dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya sambungan rotor coil dengan slip ring putus, sikat habis, kumparan rotor terbakar atau terjadi hubungan singkat.

b. Stator Coil Putus.

Bagian di dalam alternator yang berfungsi sebagai pemotong garis medan magnet yang dibangkitkan oleh rotor coil dinamakan stator coil. Sistem pengisian tidak akan terjadi apabila kumparan pada stator coil ini putus. 

c. Dioda Putus

 Komponen elektronika yang berfungsi untuk menyearahkan arus, atau merubah arus bolak balik (AC) menjadi arus searah (DC) disebut dioda atau rectifier. Arus listrik yang dihasilkan oleh alternator tidak dapat disearahkan dan tidak dapat dialirkan apabila dioda penyearah ini putus. Oleh karena itu, tidak akan ada arus pengisian atau sistem pengisian tidak bekerja.

4. Wiring dan Sirkuit

Beberapa komponen sistem pengisian saling dihubungkan melalui sebuah rangkaian sistem pengisian. Nama komponen penghubung rangkaian tersebut, yakni kabel dan socket. Sistem pengisian tidak bekerja, jika kabel penghubung ini putus atau sambungan socket lepas. Penyebab hal ini terjadi yakni karena aliran listrik terputus, contohnya saja kabel yang menghubungkan antara kunci kontak dengan terminal IG (ignition) regulator putus atau socket IG regulator lepas maka listrik tidak akan dapat dialirkan menuju ke rotor coil sehingga rotor coil tidal akan terjadi kemagnetan dan menyebabkan sistem pengisian tidak bekerja.

5. Komponen Pengaman Putus

Setiap komponen kelistrikan selalu dilengkapi dengan komponen pengaman dinamakan fuse (sekering). Fungsi sekering untuk mengamankan komponen-komponen pada sistem pengisian agar tidak rusak bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Contohnya terjadinya hubungan pendek arus yang mengalir besar. Berikut ini ada beberapa cara untuk mengatasi masalah-masalah di atas yang menyebabkan tidak adanya tegangan pengisian yang dihasilkan oleh sistem pengisian.

a. V-belt putus (ganti v-belt dengan yang baru)

b. Regulator terbakar (ganti regulator)

c. Rotor Coil terbakar ( Perbaiki kumparan rotor coil/ganti alternator)

d. Stator Coil terbakar (Perbaiki kumpuran stator coil/ganti alternator)

e. Socket atau sambungan kabel putus atau kendor (perbaiki sambungan kabel dan socket)

f. Sikat atau brush habis (ganti sikat)

g. Dioda putus (ganti dioda)

h.Fuse putus (ganti fuse dengan spesifikasi yang sana)


Tugas.

1. Tuliskan bagaimana cara pemeriksaan tegangan arus pengisian!

2. Tuliskan bagaimana cara pemeriksaan kebocoran arus!

3. Tuliskan bagaimana pemeriksaan regulator rectifier!

4. Tuliskan bagaimana pemeriksaan kumparan alternator!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jenis Layanan Bengkel Sepeda Motor

 Manajemen bengkel adalah salah satu cabang manajemen yang kegiatannya mengatur agar dapat menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang da...