Sabtu, 24 Oktober 2020

Cara Kerja Karburator Sepeda Motor

 Karburator akan bekerja ketika mesin masih mati disaat keran bensin dari tangki dibuka. Hal itu akan menyebabkan bensin turun dari tangki masuk ke mangkuk karbu hingga jarum pelampung menekan saluran bensin.

Gambar 1. Komponen karburator (sumber: utakatikotak.com)

a. Saat Mesin Idle
    Pada saat mesin dalam putaran idle atau kondisi skep masih tertutup, akan ada aliran udara dari filter masuk ke air pilot. Disisi lain, isapan dari piston juga membuat bahan bakar dari mangkuk karbu naik melalui slow jet/pilot jet. Bensin dari pilot jet bertemu dengan udara di saluran air pilot, sehingga output dari saluran idle ini sudah berupa campuran bensin dan bahan bakar.
    Jika saat ini kita aktifkan sistem choke dengan menarik tuas choke maka udara yang masuk ke pilot jet akan tertahan sehingga isapan mesin akan lebih banyak mengangkat bensin dari mangkuk karbu, hal ini membuat campuran bensin lebih kaya.

b. Saat Kita Tarik Gas
    Pada saat kabel gas kita tarik, otomatis skep terangkat, sehingga saluran udara dari filter bisa masuk ke venturi. Selain itu, karena skep terangkat jarum needle juga terangkat hal tersebut membuat needle valve lebih terbuka lebar. Sehingga akan ada aliran udara dari filter masuk ke venturi, dan secara otomatis bensin terangkat ke dalam venturi melalui main jet.
    Hal itu karena fungsi venturi adalah untuk menurunkan tekanan udara melalui peningkatan kecepatan aliran. Sehingga tekanan di dalam venturi lebih kecil dibandingkan tekanan di dalam ruangan pelampung, hal tersebut menyebabka bensin naik ke arah venturi dengan bentuk rintik-rintik karena desain main jet.
Gambar 2. Prinsip Efek venturi (sumber Pinterest)

SISTEM-SISTEM PADA KARBURATOR
a. Sistem Pelampung
    Sistem Pelampung pada karburator berfungsi untuk menjaga agar permukaan dari bahan bakar yang ada di dalam ruang pelampung tingginya tetap konstan dan sesuai dengan standart. Dengan adanya sistem pelampung dalam karburator maka dapat membuat jumlah bahan bakar yang dikabutkan dapat selalu dalam kondisi stabil.

b. Sistem Stationer/Idle
    
Gambar 3. Skema sistem idle sepeda motor (sumber : teknikotomotif.com)
sistem stasioner/idle pada karburator berfungsi untuk menyediakan campuran bahan bakar dan udara pada saat mesin stasioner sehingga putaran mesin tetap langsam dan tidak akan mati. 

c. Sistem Putaran Lambat
    Sistem kecepatan lambat pada karburator berfungsi untuk menyediakan campuran bahan bakar dan udara pada saat katup throtle atau gas mulai dibuka agar mesin dapat bekerja pada kecepatan yang masih rendah. Bahan bakar pada keadaan ini akan mengalir melalui saluran idle port dan slow port kemudian masuk ke ruang bakar.

d. Sistem Putaran Tinggi
    Sistem kecepatan tinggi pada karburator berfungsi untuk menyediakan campuran bahan bakar dan udara pada saat mesin berputar dalam kecepatan tinggi sehingga pada sistem ini akan menyediakan campuran bahan bakar dan udara menjadi lebih banyak lagi untuk memperoleh output tenaga mesin yang tinggi pula.

e. Sistem Tenaga (Power System)
    Sistem tenaga pada karburator berfungsi untuk menyediakan campuran bahan bakar dan udara pada saat mesin terbebani (beban mesin meningkat). Beban mesin meningkat ketika kendaraan membawa muatan yang lebih berat, kendaraan sedang berjalan pada tanjakan, dll.
    Ketika beban mesin meningkat maka putaran mesin cenderung turun sehingga menyebabkan kevakuman yang terjadi di dalam ruang venturi juga akan menurun. Karena kevakuman di ruang venturi menurun maka aliran bahan bakar yang melalui nozle utama menjadi berkurang. Oleh sebab itu diperlukan sistem tenaga yang akan menambah suplai bahan bakar ketika mesin dalam keadaan terbebani. Sistem tenaga bekerja berdasarkan kevakuman yang terjadi pada intake manifold.

f. Sistem Percepatan
    Pada saat pengendara menginjak pedal gas secara tiba-tiba maka katup trotle juga akan membuka secara tiba-tiba pula sehingga mengakibatkan aliran udara yang masuk ke dalam karburator akan menjadi cepat sehingga volume udara menjadi lebih banyak. Sementara pada bahan bakar alirannya akan lebih lambat (tidak dapat mengimbangi) karena berat jenis bahan bakar lebih besar dibandingkan dengan udara. Oleh sebab itu ketika katup throttle di buka secara mendadak maka akan mengakibatkan campuran bahan bakar dan udara menjadi lebih kurus. Padahal saat akselerasi ini dibutuhkan campuran yang kaya.
    Untuk menghindari campuran yang kurus saat percepatan akselerasi maka dibuatlah sistem akselerasi pada karburator. Fungsi dari sistem akselerasi pada karburator yaitu untuk menambah volume bahan bakar yang dialirkan saat pengendara melakukan akselerasi.

g. Sistem Cuk (Chooke System)
    Pada saat mesin dalam keadaan dingin maka bahan bakar tidak akan dapat menguap dengan baik, sebagian bahan bakar akan mengembun di dinding intake manifold. Keadaan tersebut akan berakibat membuat campuran bahan bakar dan udara menjadi kurus pada saat mesin dingin sehingga mesin akan susah untuk dinyalakan.
Gambar 4. Sistem Chooke pada Karburator (sumber:teknik-otomotif.com)
    Untuk mengatasi masalah tersebut maka pada karburator dilengkapi dengan sistem cuk. Sistem cuk berfungsi untuk menutup saluran udara sebelum masuk ke venturi (nozzle utama) sehingga ruang di bawah katup cuk akan bertambah kevakumannya saat mesin di start . Karena kevakuman pada ruang di bawah katup cuk meningkat, akibatnya bahan bakar akan keluar dari nozzle utama sehingga campuran bahan bakar dan udara menjadi kaya.

h. Sistem Hot Idle Compensator (HIC)
    Sistem HIC pada karburator berfungsi untuk menambah suplai udara di dalam intake manifold pada saat temperatur mesin meningkat karena jika temperatur mesin meningkat maka bahan bakar berkemungkinan akan mudah menguap, sehingga jika kendaraan berjalan lambat, maka campuran bahan bakar dan udara dapat menjadi kaya. Untuk mencegah hal tersebut, maka digunakan sistem HIC untuk menambah suplai udara menggunakan katup thermostatik dengan bimetal yang dapat membuka dan menutup berdasarkan suhu dan temperatur.

i. Anti Dieseling
    Anti Dieseling pada karburator berfungsi untuk menutup bahan bakar yang mengalir ke saluran idle port saat kunci kontak dimatikan. Hal ini bertujuan untuk mecegah terjadinya dieseling pada mesin, yaitu mesin masih menyala saat kunci kontak telah dimatikan. Menyalanya mesin disebabkan karena temperature mesin yang panas sehingga walaupun busi tidak memercikkan bunga api, campuran bahan bakar dan udara yang masuk ke dalam ruang bakar masih bisa terbakar karena panas mesin.
    Untuk itu aliran bahan bakar yang mengalir ke ruang bakar harus dihentikan. Oleh sebab itu dilengkapilah sistem anti dieseling pada karburator. Sistem ini menggunakan katup selenoid yang akan membuka saluran ketika kunci kontak ON dan menutup ketika kunci kontak OFF.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

TUGAS
Carilah gambar kerja dan gambar di buku tulismu kemudian upload di clasroom!
1. Sistem Putaran lambat
2. Sistem putaran tinggi
3. Sistem Tenaga
4. Sistem Percepatan
5. Sistem HIC
6. Sistem Anti Dieseling









Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jenis Layanan Bengkel Sepeda Motor

 Manajemen bengkel adalah salah satu cabang manajemen yang kegiatannya mengatur agar dapat menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang da...