Rabu, 04 Agustus 2021

Jenis Layanan Bengkel Sepeda Motor

 Manajemen bengkel adalah salah satu cabang manajemen yang kegiatannya mengatur agar dapat menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang dan jasa. Dalam setiap jenis usaha, baik usaha barang maupun jasa diperlukan manajemen produksi guna meningkatkan optimalisasi dari produk yang dihasilkan. Untuk mengatur segala kegiatan dan pelayanan dalam suatu bengkel motor, diperlukan pembuatan keputusan-keputusan yang berhubungan dengan usaha-usaha apa saja yang harus diambil untuk mencapai tujuan agar jasa yang dihasilkan dari bengkel tersebut sesuai dengan apa yang diharapkan. Ada beberapa jenis jasa dan pelayanan yang ditawarkan dalam suatu bengkel motor, seperti : Jasa ganti oli, jasa cuci motor, jasa perbaikan, jasa pemasangan aksesori, jasa servis rutin dan lain-lain.

1. Jasa Penggantian Oli

Jasa penggantian oli merupakan salah satu jasa yang wajib ada dalam suatu bengkel motor. Penggantian oli merupakan suatu langkah pemeliharaan kondisi motor yang rutin dilakukan oleh pengguna motor. Guna memenuhi tuntutan jumlah konsumen serta pelayanan yang baik, diperlukan fasilitas yang mendukung dan memadai. Berikut adalah alat-alat yang digunakan dalam pelaksanaan pelayanan penggantian oli :

a. Space atau tempat yang tersedia seluas 4 x 2 meter persegi, untuk tempat penggantian oli 4 sampai 5 motor.

b. Perkakas (untuk membuka baut pada motor)

c. Karyawan sejumlah 5 orang. 

2. Jasa Pencucian Motor

Untuk unit jasa cuci motor, sebagai salah satu bagian dari rencana target pelayanan 100 motor per hari disediakan fasilitas dengan kualotas dan kuantitas yang memadai untuk melayani sejumlah besar pelanggan. Alat yang harus disediakan adalah sebeagai berikut:

a. Space atau tempat berukuran 4 x 5 meter persegi, untuk dapat menempatkan 4 atau 5 motor berjajar sekaligus dalam sekali pencucian.

b. Kanebo (kain lap) 8 lembar

c. Sampo salju 2 tangki kapasitas 20 liter

d. Kompresor 2 hp, daya 750 watt, 2 buah

e. Steamer jetliner 4 buah

d. Lap AION 5 buah

e. Karyawan sejumlah 5 orang

3. Jasa Perbaikan Motor

Kendaraan tidak selalu dalam keadaan baik, maka diperlukan perawatan dan service berkala. Terkadang diperlukan juga perbaikan-perbaikan bagian yang rusak, untuk itu sangat dibutuhkan jasa bengkel motor. Kondisi seperti inilah yang harus dimanfaatkan sebagai peluang usaha. Usaha bengkel motor memang menjanjikan, mengingat pengguna sepeda motor semakin banyak jumlahnya. Hal ini terbukti dari meningkatnya produksi sepeda motor pertahun. Dalam sepeda motor ada beberapa potensi kerusakan yang sering terjadi diantaranya :

a. Kerusakan karburator

Kerusakan karburator terjadi akibat dari beberapa sebab, seperti masuknya air ke dalam karburator yang menyebabkan proses pebakaran tidak sempurna

b. Kerusakan pengapian

Matinya busi, spool, CDI atau Coil dapat terjadi begitu saja tanpa ada gejala sebelumnya.

c. Kerusakan Rantai

Kerusakan rantai biasanya terjadi pada rantai yang sudah memiliki usia yang cukup lama atau karena ada sesuatu hal, seperti adanya tekanan yang berlebihan pada rantai  yang menyebabkan rantai tiba-tiba putus.

d. Kerusakan Perangkat

yang dimaksud dengan kerusakan perangkat adalah kerusakan pada peralatan yang terdapat di dalam sepeda motor, seperti :

1) Kabel gas

2) Kabel Kopling

3) Handle gas dan Kopling

4) Baut pengikat

Kerusakan yang terjadi di motor memang cukup banyak, akan tetapi usaha bengkel motor untuk menerima perbaikan dari kerusakan-kerusakan motor menjadikan bisnis jasa ini menjadi prospektif. Oleh karena itu kita membutuhkan manajemen yang baik seperti SDM, pembagian jam kerja, peralatan dan mesin yang memadai, serta biaya atau cost.


soal

1. Jika kalian mendirikan usaha, jenis layangan bengkel apa yang akan kalian jadikan usaha dan jelaskan apa alasan kalian memilih usaha tersebut!!



Selasa, 20 Juli 2021

Konstruksi Kepala Silinder

 Kepala silinder adalah komponen mesin yang terpasang pada blok silinder dan diikat kuat menggunakan baut. Pada mesin sepeda motor komponen ini berperan sebagai penutup silinder sekaligus bagian dari dinding ruang bakar. 

1. Konstruksi Kepala Silinder

Kepala silinder bertumpu di atas blok silinder. Pada titik tumpunya dipasang atau disekat oleh gasket yang berguna untuk mencegah kebocoran kompresi. Selain itu pemasangan gasket juga berfungsi agar permukaan metal kepala silinder dan permukaan bagian atas blok silinder tidak mengalami kerusakan. Kepala silinder adalah tempat dimana tercampurnya bahan bakar dan udara. Kepala silinder dibuat dari bahan alumunium campuran agar tahan karat dan juga tahan panas pada suhu tinggi serta konstruksinya ringan. Pada kepala silinder biasanya ada sirip-sirip yang membentuk alur. Sirip-sirip ini berfungsi untuk membantu melepaskan panas pada mesin atau biasa kita sebut dengan pendingin udara. 

Konstruksi kepala silinder pada mesin motor 2 langkah (mesin 2 tak) berbeda dengan konstruksi mesin ada motor 4 langkah (4 tak), dan tergantung dari type/jenis pendingin yang digunakan, bentuk ruang bakar, penempatan katup dan faktor lainnya. 

a. Konstruksi Kepala Silinder 2 langkah

Kepala silinder pada mesin motor 2 langkah hanya terdiri dari 2 bagian utama, yaitu ruang bakar dan dudukan busi yang biasanya terpasang di tengah-tengah


Gambar 1. Konstruksi Kepala Silinder Motor 2 Langkah

b. Kontruksi Kepala Silinder Motor 4 tak

Konstruksi kepala silinder mesin motor 4 langkah terdiri dari 6 bagian utama yaitu :

1) Katup

2) Noken as

3) Ruang bakar

4) Dudukan busi

5) Lubang masuk (inlet)

6) Lubang pembuangan (exhaust)

Gambar 2. Konstruksi Kepala Silinder Motor 4 langkah

* SOAL 

1. Mengapa antara kepala silinder dan blok silinder harus diberi pack?

2. Mengapa bahan yang digunakan untuk membuat kepala silinder adalah alumunium campuran?

3. Mengapa kepala silinder harus dibuat sirip-sirip?

4. Hal apa yang membedakan konstruksi kepala silinder 2 tak dengan 4 tak, jelaskan pendapatmu dan dengan bahasamu sendiri!


*Petunjuk pengerjaan Soal 

1. Tulis di kolom komentar Nama Lengkap _Kelas

2. Tulis jawabanmu (mengerjakan = absen)

3. Jika ada teman yang menjawab kurang tepat boleh disanggah, dan berikan alasanmu kenapa jawaban temanmu kurang tepat. 

4. Selamat mengerjakan jangan lupa berdoa dan budayakan membaca serta Keep Healthy. 


Sabtu, 24 Oktober 2020

Cara Kerja Karburator Sepeda Motor

 Karburator akan bekerja ketika mesin masih mati disaat keran bensin dari tangki dibuka. Hal itu akan menyebabkan bensin turun dari tangki masuk ke mangkuk karbu hingga jarum pelampung menekan saluran bensin.

Gambar 1. Komponen karburator (sumber: utakatikotak.com)

a. Saat Mesin Idle
    Pada saat mesin dalam putaran idle atau kondisi skep masih tertutup, akan ada aliran udara dari filter masuk ke air pilot. Disisi lain, isapan dari piston juga membuat bahan bakar dari mangkuk karbu naik melalui slow jet/pilot jet. Bensin dari pilot jet bertemu dengan udara di saluran air pilot, sehingga output dari saluran idle ini sudah berupa campuran bensin dan bahan bakar.
    Jika saat ini kita aktifkan sistem choke dengan menarik tuas choke maka udara yang masuk ke pilot jet akan tertahan sehingga isapan mesin akan lebih banyak mengangkat bensin dari mangkuk karbu, hal ini membuat campuran bensin lebih kaya.

b. Saat Kita Tarik Gas
    Pada saat kabel gas kita tarik, otomatis skep terangkat, sehingga saluran udara dari filter bisa masuk ke venturi. Selain itu, karena skep terangkat jarum needle juga terangkat hal tersebut membuat needle valve lebih terbuka lebar. Sehingga akan ada aliran udara dari filter masuk ke venturi, dan secara otomatis bensin terangkat ke dalam venturi melalui main jet.
    Hal itu karena fungsi venturi adalah untuk menurunkan tekanan udara melalui peningkatan kecepatan aliran. Sehingga tekanan di dalam venturi lebih kecil dibandingkan tekanan di dalam ruangan pelampung, hal tersebut menyebabka bensin naik ke arah venturi dengan bentuk rintik-rintik karena desain main jet.
Gambar 2. Prinsip Efek venturi (sumber Pinterest)

SISTEM-SISTEM PADA KARBURATOR
a. Sistem Pelampung
    Sistem Pelampung pada karburator berfungsi untuk menjaga agar permukaan dari bahan bakar yang ada di dalam ruang pelampung tingginya tetap konstan dan sesuai dengan standart. Dengan adanya sistem pelampung dalam karburator maka dapat membuat jumlah bahan bakar yang dikabutkan dapat selalu dalam kondisi stabil.

b. Sistem Stationer/Idle
    
Gambar 3. Skema sistem idle sepeda motor (sumber : teknikotomotif.com)
sistem stasioner/idle pada karburator berfungsi untuk menyediakan campuran bahan bakar dan udara pada saat mesin stasioner sehingga putaran mesin tetap langsam dan tidak akan mati. 

c. Sistem Putaran Lambat
    Sistem kecepatan lambat pada karburator berfungsi untuk menyediakan campuran bahan bakar dan udara pada saat katup throtle atau gas mulai dibuka agar mesin dapat bekerja pada kecepatan yang masih rendah. Bahan bakar pada keadaan ini akan mengalir melalui saluran idle port dan slow port kemudian masuk ke ruang bakar.

d. Sistem Putaran Tinggi
    Sistem kecepatan tinggi pada karburator berfungsi untuk menyediakan campuran bahan bakar dan udara pada saat mesin berputar dalam kecepatan tinggi sehingga pada sistem ini akan menyediakan campuran bahan bakar dan udara menjadi lebih banyak lagi untuk memperoleh output tenaga mesin yang tinggi pula.

e. Sistem Tenaga (Power System)
    Sistem tenaga pada karburator berfungsi untuk menyediakan campuran bahan bakar dan udara pada saat mesin terbebani (beban mesin meningkat). Beban mesin meningkat ketika kendaraan membawa muatan yang lebih berat, kendaraan sedang berjalan pada tanjakan, dll.
    Ketika beban mesin meningkat maka putaran mesin cenderung turun sehingga menyebabkan kevakuman yang terjadi di dalam ruang venturi juga akan menurun. Karena kevakuman di ruang venturi menurun maka aliran bahan bakar yang melalui nozle utama menjadi berkurang. Oleh sebab itu diperlukan sistem tenaga yang akan menambah suplai bahan bakar ketika mesin dalam keadaan terbebani. Sistem tenaga bekerja berdasarkan kevakuman yang terjadi pada intake manifold.

f. Sistem Percepatan
    Pada saat pengendara menginjak pedal gas secara tiba-tiba maka katup trotle juga akan membuka secara tiba-tiba pula sehingga mengakibatkan aliran udara yang masuk ke dalam karburator akan menjadi cepat sehingga volume udara menjadi lebih banyak. Sementara pada bahan bakar alirannya akan lebih lambat (tidak dapat mengimbangi) karena berat jenis bahan bakar lebih besar dibandingkan dengan udara. Oleh sebab itu ketika katup throttle di buka secara mendadak maka akan mengakibatkan campuran bahan bakar dan udara menjadi lebih kurus. Padahal saat akselerasi ini dibutuhkan campuran yang kaya.
    Untuk menghindari campuran yang kurus saat percepatan akselerasi maka dibuatlah sistem akselerasi pada karburator. Fungsi dari sistem akselerasi pada karburator yaitu untuk menambah volume bahan bakar yang dialirkan saat pengendara melakukan akselerasi.

g. Sistem Cuk (Chooke System)
    Pada saat mesin dalam keadaan dingin maka bahan bakar tidak akan dapat menguap dengan baik, sebagian bahan bakar akan mengembun di dinding intake manifold. Keadaan tersebut akan berakibat membuat campuran bahan bakar dan udara menjadi kurus pada saat mesin dingin sehingga mesin akan susah untuk dinyalakan.
Gambar 4. Sistem Chooke pada Karburator (sumber:teknik-otomotif.com)
    Untuk mengatasi masalah tersebut maka pada karburator dilengkapi dengan sistem cuk. Sistem cuk berfungsi untuk menutup saluran udara sebelum masuk ke venturi (nozzle utama) sehingga ruang di bawah katup cuk akan bertambah kevakumannya saat mesin di start . Karena kevakuman pada ruang di bawah katup cuk meningkat, akibatnya bahan bakar akan keluar dari nozzle utama sehingga campuran bahan bakar dan udara menjadi kaya.

h. Sistem Hot Idle Compensator (HIC)
    Sistem HIC pada karburator berfungsi untuk menambah suplai udara di dalam intake manifold pada saat temperatur mesin meningkat karena jika temperatur mesin meningkat maka bahan bakar berkemungkinan akan mudah menguap, sehingga jika kendaraan berjalan lambat, maka campuran bahan bakar dan udara dapat menjadi kaya. Untuk mencegah hal tersebut, maka digunakan sistem HIC untuk menambah suplai udara menggunakan katup thermostatik dengan bimetal yang dapat membuka dan menutup berdasarkan suhu dan temperatur.

i. Anti Dieseling
    Anti Dieseling pada karburator berfungsi untuk menutup bahan bakar yang mengalir ke saluran idle port saat kunci kontak dimatikan. Hal ini bertujuan untuk mecegah terjadinya dieseling pada mesin, yaitu mesin masih menyala saat kunci kontak telah dimatikan. Menyalanya mesin disebabkan karena temperature mesin yang panas sehingga walaupun busi tidak memercikkan bunga api, campuran bahan bakar dan udara yang masuk ke dalam ruang bakar masih bisa terbakar karena panas mesin.
    Untuk itu aliran bahan bakar yang mengalir ke ruang bakar harus dihentikan. Oleh sebab itu dilengkapilah sistem anti dieseling pada karburator. Sistem ini menggunakan katup selenoid yang akan membuka saluran ketika kunci kontak ON dan menutup ketika kunci kontak OFF.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

TUGAS
Carilah gambar kerja dan gambar di buku tulismu kemudian upload di clasroom!
1. Sistem Putaran lambat
2. Sistem putaran tinggi
3. Sistem Tenaga
4. Sistem Percepatan
5. Sistem HIC
6. Sistem Anti Dieseling









Senin, 12 Oktober 2020

Gangguan pada sistem pengisian

 Pada sepeda motor untuk sistem pengisian, yaitu magnet roda daya generator magnet yang dihasilkan oleh medan dari magnet permanen. Saat magnet bekerja bersamaan dengan roda daya dan untuk membangkitkan listrik dengan cara memutarnya mengelilingi kumparan tersebut.

Baterai (accu) sebagai sumber untuk memenuhi seluruh peralatan kelistrikan yang terpasang pada sepeda motor. Apabila pengisian tidak stabil pasti ada penyebab-penyebabnya. Faktor yang dapat menyebabkan gangguan pada sistem pengisian adalah sebagai berikut.

1. V-Belt Putus

Fungsi komponen v-belt yaitu untuk menghubungkan putaran mesin dengan alternator. Putaran mesin tidak akan terhubung dengan alternator sehingga alternator tidak akan berputar jika komponen v-belt putus. Hal ini akan mengakibatkan tidak akan terjadi induksi tegangan pada alternator atau tegangan listrik tidak akan dihasilkan oleh alternator walaupun pada alternator terjadi kemagnetan pada field coil atau kumparan rotor. 

2. Regulator Rusak

Sistem pengisian tidak bekerja jika regulator mengalami kerusakan. Ada bebrapa komponen yang terdapat pada regulator yang jika terjadi kerusakan maka sistem pengisian tidak akan bekerja antara lain resistor putus, kontak point pada voltage regulator kotor.









Gambar 1. Rangkaian Voltage Regulator (sumber: https://www.autoexpose.org/2017/08/cara-kerja-regulator.html)

Jika resistor dan kontak point yang ada pada rangkaian voltage regulator ini putus maka aliran listrik dari terminal IG akan terlambat. Selain itu, akan mengakibatkan tidak dapat dialirkan ke komponen rotor coil sehingga kemagnetan pada alternator tidak dapat dibangkitkan oleh rotor coil. 

3. Alternator Rusak

Bagian terpentin dari sistem pengisian adalah alternator. Fungsi alternator yaitu untuk membangkitkan energi listrik yang nantinya digunakan untuk mengisi kembali baterai dan untuk mensuplai arus listrik ke komponen-komponen kelistrikan selama masih hidup. Ada beberapa komponen alternator yang dapat mempengaruhi hilangya tegangan pengisian sebagai berikut.

a. Rotor Coil Putus

Kumparan yang ada di dalam alternator yang bergerak sama dengan pully alternator disebut rotor coil. Fungsi rotor coil untuk membangkitkan medan magnet. Rotor coil dapat membangkitkan medan magnet, apabila ada arus listrik yang melewati rotor coil. Oleh sebab itu apabila arus listrik ini hilang atau tidak ada maka rotor coil tidak akan dapat membangkitkan kemagnetan.

Tegangan listrik dapat dihasilkan, jika penghantar atau kumparan stator memotong gaya medan magnet. Apabila medan magnet tidak ada maka tegangan listrik juga tidak akan dihasilkan. Arus listrik akan dapat mengalir ke rotor coil dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya sambungan rotor coil dengan slip ring putus, sikat habis, kumparan rotor terbakar atau terjadi hubungan singkat.

b. Stator Coil Putus.

Bagian di dalam alternator yang berfungsi sebagai pemotong garis medan magnet yang dibangkitkan oleh rotor coil dinamakan stator coil. Sistem pengisian tidak akan terjadi apabila kumparan pada stator coil ini putus. 

c. Dioda Putus

 Komponen elektronika yang berfungsi untuk menyearahkan arus, atau merubah arus bolak balik (AC) menjadi arus searah (DC) disebut dioda atau rectifier. Arus listrik yang dihasilkan oleh alternator tidak dapat disearahkan dan tidak dapat dialirkan apabila dioda penyearah ini putus. Oleh karena itu, tidak akan ada arus pengisian atau sistem pengisian tidak bekerja.

4. Wiring dan Sirkuit

Beberapa komponen sistem pengisian saling dihubungkan melalui sebuah rangkaian sistem pengisian. Nama komponen penghubung rangkaian tersebut, yakni kabel dan socket. Sistem pengisian tidak bekerja, jika kabel penghubung ini putus atau sambungan socket lepas. Penyebab hal ini terjadi yakni karena aliran listrik terputus, contohnya saja kabel yang menghubungkan antara kunci kontak dengan terminal IG (ignition) regulator putus atau socket IG regulator lepas maka listrik tidak akan dapat dialirkan menuju ke rotor coil sehingga rotor coil tidal akan terjadi kemagnetan dan menyebabkan sistem pengisian tidak bekerja.

5. Komponen Pengaman Putus

Setiap komponen kelistrikan selalu dilengkapi dengan komponen pengaman dinamakan fuse (sekering). Fungsi sekering untuk mengamankan komponen-komponen pada sistem pengisian agar tidak rusak bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Contohnya terjadinya hubungan pendek arus yang mengalir besar. Berikut ini ada beberapa cara untuk mengatasi masalah-masalah di atas yang menyebabkan tidak adanya tegangan pengisian yang dihasilkan oleh sistem pengisian.

a. V-belt putus (ganti v-belt dengan yang baru)

b. Regulator terbakar (ganti regulator)

c. Rotor Coil terbakar ( Perbaiki kumparan rotor coil/ganti alternator)

d. Stator Coil terbakar (Perbaiki kumpuran stator coil/ganti alternator)

e. Socket atau sambungan kabel putus atau kendor (perbaiki sambungan kabel dan socket)

f. Sikat atau brush habis (ganti sikat)

g. Dioda putus (ganti dioda)

h.Fuse putus (ganti fuse dengan spesifikasi yang sana)


Tugas.

1. Tuliskan bagaimana cara pemeriksaan tegangan arus pengisian!

2. Tuliskan bagaimana cara pemeriksaan kebocoran arus!

3. Tuliskan bagaimana pemeriksaan regulator rectifier!

4. Tuliskan bagaimana pemeriksaan kumparan alternator!

Sabtu, 10 Oktober 2020

Servis EFI dan PGM Fi

 Beberapa hal umum yang perlu diperhatikan berkaitan dengan servis EFI dan PGM FI adalah sebagai berikut :

a. Pastikan Throttlevalve tidak ditutup secara mendadak dari posisi terbuka penuh ke tertutup penuh setelah throtle cable (kabel gas  tangan) telah dilepaskan. Hal ini dapat mengakibatkan putaran stasioner yang tidak tepat.

b. Buang tekanan bahan bakar saat mesin dalam keadaan mati.

c. Sebelum melepakan fuel feed hose (selang penyaluran bahan bakar) buanglah tekanan dari sistem dengan melepaskan quick connector fitting (peralatan penyambungan dengan cepat) pada fuel pump (pompa bahan bakar)

d. Sistem PGM-FI yang tidak bekerja dengan baik sering kali disebabkan oleh hubungan yang buruk atau konektornya yang berkarat. Periksalah hubungan-hubungan ini sebelum melanjutkan ke tahap selanjutnya.

e. Programmed Fuel Injection (PGM-FI) system dilengkapi dengan self Diagnostic System (diagnosis diri sendiri). Jika malfunction Indicator (MIL) berkedip-kedip. Ikuti self Diagnostic Procedures untuk memperbaiki persoalan.

Informasi Self Diagnostic EFI atau PGM-FI

Prosedur Self Diagnostic

a. Letakkan sepeda motor pada standart utamanya.

catatan :Malfuction Indicator Lamp(MIL) akan berkedip-kedip sewaktu kunci kontak diputar ke posisi ON atau putaran mesin di bawah 2000 rpm. Pada kondisi lain MIL akan tetap hidup.

b. Putar Kunci Kontak ke posisi ON

c. MIL berkedip-kedip

d. Catat jumlah kedipa MIL dan tentukan penyebabnya.

Gambar 1. Lampu MIL pada Motor Beat (Sumber : servismesinmotor.blogspot.com)

e. Jika MIL tidak hidup/berkedip, sistem dalam keadaan normal.

f. Jika ingin membaca memori EFI/PGM-FI untuk data kerusakan lakukan sebagai berikut :

g. Untuk membaca data persoalan yang telah disimpan, putar kunci kontak ke posisi OFF

    1) Lepaskan front top cover

    2) Lepaskan connector cover dari Data Link Connector (DLC) 

 h. Hubungkan dengan DLC short konector.

Gambar 2. DLC yang terhubung dengan DLC short connector (sumber:otoexpo.com)

i. Putar kunci kontak ke posisi ON 

j. Jika ECM tidak menyimpam data memori diagnosis sendiri, MIL akan menyala terus ketika kunci kontak ke posisi ON. 

k. Catat berapa kali MIL berkedip dan tentukan persoalan.

catatan :

1) Pada sistem EFI atau PGM-FI Honda, MIL menunjukkan kode-kode maslah yang terjadi pada sepeda motor. jumlah kedipan dari 0-54. Jenis kedipan dari MIL ada 2 yaitu kedipan pendek (0,3 detik) dan kedipan panjang (1,3 detik). Kedipan pendek dibaca 1 dan kedipan panjang dibaca 10. 

2) Jika ECU/ECM menyimpan beberapa kode kegagalan, MIL memperlihatkan kode kegagalan menurut urutan dari jumlah terendah sampai tertinggi. 

3) Jika terjadi kegagalan fungsi pada rangkaina MAP sensor, MIL akan berkedip 1 kali. Penyebab kegagalan pada MAP sensor antara lain : kontak longgar/lemah pada sensor unit, terjadi rangkaian terbuka atau hubungansingkat (korslet) pada kabel MAP sensor dari sensor unit, atau MAP sensor tidak bekerja dengan baik.

4) Jika terjadi kegagalan fungsi pada rangkaian suplai (daya) atau massa sensor unit, MIL akan berkedip 1,8 dan 9 kali. Penyebab kegagalan antara lain: kontak longgar/lemah pada sensor unit, terjadi rangkaian terbuka/hubungan singkat (korslet) pada kabel daya atau massa sensor unit, atau sensor unit tidak bekerja dengan baik. Sensor unit adalah gabungan dari TP (throttle position sensor), MAP (Manifold Absolut Pressure), dan IAT (intake Air Temperature) sensor.

5) Jika terjadi kegagalan fungsi pada rangkaian EOT (Engine Oil Temperature) sensor, MIL akan berkedip 7 kali. Penyebab kegagalan pada rangkaian EOT antara lain : kontak longgar/lemah pada EOT sensor, terjadi korslet pada kabel EOT sensor, atau EOT tidak bekerja dengan baik.

6) Jika terjadi kegagalan fungsi pada Bank Angle Sensor, MIL akan berkedip 54 kali. Penyebab kegagalan pada rangkaian BAS antara lain : kontak longgar/lemah pada BAS, terjadi korslet pada kabel BAS, atau BAS tidak bekerja dengan baik.

7) Jika terjadi kegagalan fungsi pada ECU/ECM, MIL akan berkedip 33 kali. Penyebabnya adalah ECU tidak bekerja dengan baik.

8) Jika terjadi kegagalan fungsi pada data link (penghubung kabel data) atau rangkaian MIL, MIL akan berkedip terus. Penyebab kegagalannya antara lain : kontak longgar/lemah pada injector, terjadi korslet pada kabel injektor, injektor tidak bekerja dengan baik, atau ECU/ECM tidak bekerja dengan baik.

9) Jika terjadi kegagalan fungsi pada rangkaian injektor, MIL akan berkedip 12 kali. Penyebab kegagalannya antara lain : hubungan singkat pada DLC, hubungan singkat pada kabel MIL, atau ECU/ECM tidak bekerja dengan baik. 

10) Secara umum urutan pemeriksaan dan perbaikan dari kegagalan-kegagalan di atas adalah sebagai berikut :  

  • Melakukan pemeriksaan terhadap kontak dari sambungan (konektor) komponen yang bersangkutan. Jika longgar/melemah perbaiki dengan mengencangkan posisinya.

  • Jika point 1 di atas tidak bermasalah, lakukan pemeriksaan tahanan/resistansi pada terminal-terminal komponen yang bersangkutan dan juga periksa kontinuitas (hubungan) antara terminal dengan massa. (untuk meihat standart/spesifikasi) ukuran tahanan dan warna kabel, lihat buku manual yang bersangkutan).

  • Jika point 2 di atas tidak bermasalah, lakukan pemeriksaan tegangan (voltage) antara konektor komponen yang bersangkutan pada posisi wire harness (rangkaian kabel dari ECU/ECM yang menuju komponen tersebut) dan massa. Khusus sensor yang hanya mempunyai 2 terminal, ukur tegangan antara konektor sensor tersebut pada sisi wire harness.

  • Jika pada pemeriksaan point 3 di atas terdapat tegangan yang sesuai standart, ganti komponen sensor yang besangkutan.

  • Jika point 3 di atas tidak terdapat tegangan yang sesuai dengan standart, periksa kontinuitas antara konektor komponen (sensor) yang bersangkutan dengan konektor dari ECU/ECM.

  • Jika pada pemeriksaan point 5 di atas kontinuitas antara konector tidak normal, berarti terdapat hubungan singkat (korslet) atau rangkaian terbuka pada kabel-kabel tersebut.

  • Jika pada point 5 di atas kontinuitas antara konektor normal, berarti terdapat masalah pada ECU/ECM. Ganti ECU/ECM dengan yang baru dan lakukan pemeriksaan lagi. 

Prosedur Me-Reset Self Diagnostic
Data memori diagnosis sendiri tidak akan terhapus sewaktu kabel negatif baterai dilepaskan.
  • Putar kunci kontak posisi OFF

  • Lepaskan front top cover
  • Lepaskan connector cover (penutup konektor) dari data link connector.
  • Hubungkan spesial tools (konektor DLC atau DLC short konektor) ke data link connector
  • Putar kunci kontak ke posisi ON
  • Lepaskan DLC Short Connector dari Data Link Connector (DLC) 
  • Hubungkan DLC Short Connector ke Data Link Connector (DLC) lagi sementara lampu MIL hidup selama kira-kira 5 detik
  • Data memori diagnosis sendiri telah terhapus, Jika MIL mati dan mulai berkedip. Hal ini menandakan prosedur reset telah berhasil.
  • Data Link Konektor harus dihubungkan singkat sementara lampu indikator hidup. Jika DLC shor connector tidak terhubung dalam 5 detik, MIL akan mati dan hidup kembali dengan pola kegagalan.
  • Matikan kunci kontak dan mulai lagi langkah dari point 4. 
Data memori self diagnostic tidak akan terhapus jika kunci kontak di matikan sebelum MIL mulai berkedip.

Tugas.
Salinlah bacaan diatas ke buku tulismu dan upload ke classroom!


Senin, 05 Oktober 2020

Perhitungan Motor Bakar

 


Motor bakar mempunyai spesifikasi tertentu yang dinyatakan dalam bentuk angka-angka. Angka-angka itu dihasilkan dari proses perhitungan dan digunakan untuk menggambarkan kemampuan motor. Perhitungan motor bakar meliputi perhitungan volume langkah (piston Displacement), perbandingan kompresi, Moment Mesin (Torsi), daya mesin dan efisiensi volumetrik.

A. Volume Langkah (Piston Displacement)
Gambar 1. Volume Langkah (sumber : https://www.bisaotomotif.com/)
        Volume langkah adalah volume yang terbentuk saat torak bergerak dari TMB ke TMA. Volume langkah dinyatakan dalam satuan cm3 (cc). Volume langkah disebut juga kapasitas mesin. Volume langkah dapat dihitung menggunakan volume tabung, yaitu luas lingkaran silinder dikali panjang langkah torak (S) dan jumlah silinder mesin (N). 

B. Perbandingan Kompresi
 Gambar 2. Perbandingan Kompresi (sumber : https://blog.widiyanata.com/)
        Perbandingan kompresi adalah angka perbandingan volume silinder dengan volume kompresi ( volume ruang bakar). Perbandingan kompresi menunjukkan besarnya campuran udara dan bahan bakar yang dihisap selama langkah hisap dibandingkan dengan besarnya campuran udara dan bahan bakar yang dikompresikan selama langkah kompresi. Volume ruang bakar atau volume kompresi (Vc) adalah volume dari ruangan yang terbentuk antara kepala silinder dan kepala torak yang mencapai TMA. Perbandingan kompresi dihitung dengan menggunakan rumus : 

Perbandingan kompresi yang tinggi menghasilkan tekanan gas pembakaran dan output motor yang lebih besar. Pemilihan bahan bakar juga dapat mempengaruhi oleh perbandingan kompresi mesin. Mesin yang memiliki perbandingan kompresi yang tinggi maka bahan bakar yang digunakan juga bernilai oktan (research Octane Number/RON) yang tinggi. Hal ini karena bahan bakar dengan RON yang tinggi lebih sulit terbakar dibandingkan dengan bahan bakar yang nilai oktannya rendah. 

C. Momen Mesin (Torsi)
Gambar 3. Torsi Mesin ( sumber : https://tmcblog.com/

        Momen mesi atau torsi adalah nilai yang menunjukkan gaya putar pada output mesin (poros engkol) yang diperoleh dari tenaga hasil pembakarandi dalam silinder. Pada umumnya satuan yang digunakan adalah Nm. Momen merupakan hasil perkalian antara gaya putar mesin(F) dan panjang langkah torak (d). Moment yang dihasilkan mesin dapat dihitung dengan rumus : 


D. Daya Mesin
        Daya adalah energi yang dihasilkan oleh mesin setiap satuan waktu. Daya dinyatakan dengan satuan Kilowatt (Kw). Selain itu daya dapat pula dinyatakan dalam satuan HP (Horse Power) dan PS/PK (Pferdestarke). Pengkonversian satuan daya dalam HP dan PS menjadi KW, disajikan pada tabel berikut :

Tabel 1. Konversi Satuan Daya

Satuan

Konversi dalam Kw

Konversi dalam PS

Konversi dalam PK

KW

1

1,36

1,34

HP

0,7457

1,01

1

PS

0,7355

1

0,98

        
Jika torsi dinyatakan dalm T, Putaran mesin dalam n, maka daya (N) dapat dihitung dengan rumus : 

E. Efisiensi Volumetrik
        Secara teoritis volume campuran bahan bakar dan udara yang masuk ke dalam silinder sama dengan volume langkahnya. Akan tetapi pada kenyataanya volume campuran udara dan bahan bakar yang masuk jumlahnya lebih sedikit dibandingkan volume langkahnya. Faktor yang mempengaruhi volume campuran bahan bakar dan udara yang masuk ke dalam silinder adalah tekanan udara dan temperatur di ruang silinder, panjang saluran, bentuk saluran, dan sisa hasil pembakaran di dalam silinder pada siklus sebelumnya. Efisiensi Volumetrik (ηv) adalah perbandingan antara volume campuran bahn bakar dan udara yang masuk ke dalam silinder (Vi) dengan volume langkahnya(Vl). 




TUGAS.
1. Sebuah sepeda motor memiliki angkah 42 mm dan diameter silinder 56 mm. Berapa kapasitas mesinnya?
2. Sebuah sepeda motor memiliki volume langkah 108, 2 cc dan volume ruang bakar sebesar 12,7 cc. berapakah perbandingan kompresi sepeda motor tersebut?
3. Sebuah mobil menghasilkan torsi 12,7 kgf.m dengan panjang langkah torak 10 cm. berapakah gaya yang dihasilkan mesin? (1 kgf = 9,80665 N).

kerjakan di buku tulis dan upload via google classroom.


Minggu, 04 Oktober 2020

Gejala dan Gangguan pada Motor Sistem Bahan Bakar Injeksi

     Sistem injeksi telah mulai diterapkan pada mesin sepeda motor dalam jumlah terbatas pada tahun 1980-an. Pertama kali diterapkan dalam bentuk sistem injeksi mekanis yang kemudian berkembang menjadi sistem injeksi elektronis. Sistem ijeksi mekanis disebut juga sistem injeksi kontinyu (K-Jetronik) karena injektor menyemprotkan secara terus menerus ke setiap saluran masuk (Intake manifold). Sedangkan sistem injeksi elektronis atau yang dikenal dengan Elektronic Fuel Injection (EFI), Volume dan waktu penyemprotannya dilakukan secara elektronik. Sistem EFI kadang disebut juga dengan EGI (Elektronik Gasoline Injection), EPI ( Elektronik Petrol Injection), PGM-FI ( Programed Fuel Injection) dan Engine Managemen. 

    Sistem Injeksi bahan bakar bensin kerap kali mengalami berbagai permasalahan. Beberapa permasalahan sering terjadi, kemungkinan penyebab serta cara penanganannya di jabarkan dalam tabel di bawah ini :

Tabel 1. Beberapa permasalahan pada sistem injeksi bahan bakar

Permasalahan

Kemungkinan Penyebab

Solusi

Mesin mati, sulit dihidupkan, putaran stasioner kasar

Terdapat kebocoran udara masuk

 

Periksa dan perbaiki

Tekanan dalam sistem bahan bakar terlalu tinggi

Periksa dan perbaiki

Tekanan dalam sistem bahan bakar terlalu rendah

Periksa dan perbaiki

Saringan injektor (injector filter) tersumbat

Bersihkan dan ganti jika perlu

Penyetelan stasioner tidak tepat

Periksa dan stel kembali

Saluran udara stasioner tersumbat

bersihkan

Bahan bakar tercemar/kualitas jelek

ganti

Mesin tidak mau hidup

Pompa bahan bakar tidak bekerja dengan baik

Periksa dan ganti bila perlu

Saringan injektor (injector filter) tersumbat

Periksa dan bersihkan

Jarum injektor (Injektor needle) tersumbat

Periksa dan ganti bila perlu

Bahan bakar tercemar/kualitas jelek

Ganti

Terdapat kebocoran udara masuk

Periksa dan perbaiki

Terjadi ledakan (minisfring) saat akselerasi

Sistem penyaluran bahan bakar tidak bekerja dengan baik

Periksa dan perbaiki

Saringan injektor (injector filter) tersumbat

Periksa dan ganti bila perlu

Sistem pengapian (ignition system) tidak bekerja dengan baik

Periksa dan perbaiki

Tenaga motor kurang maksimal

Suplay bahan bakar terlalu rendah karena kerena kesalahan sistem penyuplai bensin

Periksa dan perbaiki

Saringan injeksi tersumbat

Periksa dan bersihkan

Sistem pengapian rusak

Periksa dan perbaiki/ganti

Kinerja kurang dan bensin terlalu boros

Elemen pembersih udara terkontaminasi

Periksa dan bersihkan

Pasokan bahan bakar terlalu rendah

Periksa dan stel ulang

Kesalahan sistem pemasokan bahan bakar

Periksa dan perbaiki

Saringan injeksi tersumbat

Periksa dan bersihkan

Sistem pengapian rusak

Periksa dan perbaiki/ganti

Kompresi silinder rendah

Periksa dan perbaiki


PROSEDUR MENCARI GANGGUAN PADA MOTOR BAHAN BAKAR INJEKSI (EFI)

    Mesin suatu kendaraan dapat optimal kerjanya jika semua komponen-komponen penunjang hidupnya mesin bekerja dengan normal sesuai dengan standart. Untuk memastikan dimana letak gangguan maka diperlukan langkah-langkah  mencari gangguan yang tepat. Trouble shooting dimulai dari gejala atau kondisi yang dialami kendaraan, selanjutnya dianalisa kemungkinan-kemungkinan penyebabny, dan dilanjutkan dengan memeriksa kemungkinan penyebab kondisi di atas. Catatan diperlukan untuk semua langkah yang telah dilakukan.

Tabel 2. Kondisi mesin dan prosedur pemeriksaannya

Kondisi

Urutan Pemeriksaan

Catatn

Mesin tidak hidup (stater OK)

Cek sistem pengapian

 

Cek sistem aliran bahan bakar

 

Cek sinyal menuju injektor

 

Cek kebocoran udara dan intake/throtle body

 

Cek IAC

 

Cek ECT

 

Cek MAP

 

Cek tekanan kompresi

 

Kerusakan ECM

 

Bahan bakar boros

Cek sistem pengapian : busi/kabel busi rusak, timing tidak tepat

 

Idle speed tinggi

 

Kopling slip

 

TPS, ECT, MAP sensor tidak sesuai

 

Fuel injektor rusak

 

EGR valve tidak sesuai

 

Kompresi lemah

 

Valve setting tidak sempurna

 

Sistem VVT rusak

 

Thermostat rusak

 

Kerusakan pada ECM

 

Mesin tersendat sesaat setelah pedal gas diinjak, bisa pada setiap kecepatan terutama sesaat kendaraan berjalan

Busi rusak/gap diluar spesifikasi

 

Kabel busi bocor

 

Tekanan bahan bakar diluar spesifikasi

 

EGR valve tidak berfungsi

 

TPS, ECT, MAP sensor lemah

 

Fuel injektor rusak

 

Kerusakan pada ECM

 

Mesin overhead

 

Kompresi lemah

 

Sistem VVT rusak

 

Mesin tidak bertenaga

Busi rusak

 

Ignition coil/igniter rusak

 

Kabel busi kendor/rusak

 

Knock sensor rusak

 

Selang pipa bahan bakar tersumbat

 

Pompa bahan bakar

 

Kebocoran pada gasket intake manifold/throtle body

 

Mesin overheat

 

EGR valeve tidak berfungsi(jika dilengkapi)

 

Salah penyetelan pada kabel gas

 

TPS, ECT/MAP sensor lemah

 

Fuel injektor rusak

 

Kerusakan pada ECM

 

Rem macet

 

Kopling slip

 

Kompresi lemah

 

Sistem VVT rusak

 

Mesin tidak bisa langsam (idling) idle speed tidak sesuai dengan spesifikasi

Kerusakan pada EGR valve (jika dilengkapi) atau EGR valve tidak berfungsi

 

Fuel injektor rusak

 

TPS, ECT/MAP sensor lemah

 

Kerusakan pada ECM

 

Selang vakum kendur/lepas

 

Mesin overheat

 

Kompresi lemah

 

Sistem VVT rusak

 

Gas buang (Hidrocarbon Monoxide/CO) berlebihan

Busi rusak

 

Kabel busi kendor/bocor

 

Ignition coil/igniter rusak

 

Kompresi lemah

 

Pencemaran pada 3-Way cataloic Converter

 

Kerusakan pada sistem kontrol emisi

 

Tekanan bahan bakar diluar spesifikasi

 

Sistem close loop (feed back A/F) bermasalah

·      TP sensor rusak

·      ECT / MAP sensor lemah

 

Fuel injektor rusak

 

Kerusakan pada ECM

 

Temperatur mesin tidak normal

 

Filter udara tersumbat

 

Kebocoran vakum

 

Sistem VVT rusak

 

Kandungan Nitrogen Oxides/NOx berlebihan

Waktu pengapian yang tidak sesuai

 

Pencemaran pada catalitic converter

 

Kerusakan pada sistem EGR valve (jika dilengkapi)

 

Tekanan bahan bakar diluar spesifikasi

 

Sistem close loop (feed back A/F) bermasalah

·      TP sensor rusak

·      ECT / MAP sensor lemah

 

Fuel injektor rusak

 

Kerusakan pada ECM

 

Sistem VVT rusak

 


Tugas. 

Salinlah tabel kerusakan pada sistem bahan bakar EFI di atas di buku tulismu dan kumpulkan di google classroom!

Jenis Layanan Bengkel Sepeda Motor

 Manajemen bengkel adalah salah satu cabang manajemen yang kegiatannya mengatur agar dapat menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang da...