Selasa, 15 September 2020

Berbagai Macam Gangguan pada Rem ABS

 Sistem Rem ABS juga dapat mengalami kerusakan dan gangguan apabila tidak di rawat. Berikut ini merupakan kerusakan yang sering terjadi pada sistem rem ABS sepeda motor. 

a. Rotor pada speed sensor mengalami kebengkokan atau kotor.

b. Speed Sensor nya rusak.

c. Kondisi minyak rem berkurang.

d. Fungsi saluran/pipa minyak rem terhambat dan mengalami kebocoran.

f. ABS Hydraulic unitnya bermasalah sehingga kinerjanya tidak normal. 

    Tidak seperti sistem rem hidrolik dan mekanik, berbagai indikator akan muncul saat pengereman sistem ABS mengalami gangguan. Hal tersebut mempermudah bagi pengendara sepeda motor bahwa sistem pengeramannya sedang mengalami gangguan. Berikut ini cara mengetahui gangguan pada sistem pengereman ABS. 

a) Mengidentifikasi Gangguan Melalui Lampu di Speedometer

    Cara untuk mendeteksi gangguan pada rem ABS yang paling mudah adalah melihat lampu yang menyala di speedometer. Apabila lampu tanda ABS pada speedometer menyala, dapat dipastikan ada gangguan di rem ABS, begitu juga sebaliknya.

b) Mengidentifikasi Gangguan Melalui Sensor yang Ada di Rem ABS

    Sensor ini sudah dirancang oleh pabrikan motor. Apabila ada sistem/rem ABS yang mengalami gangguan, sensor akan bekerja secara otomatis. Oleh karena itu, perawatan terhadap rem ABS sangat penting dilakukan. Hindari kerusakan sensir dan jangan sampai sepeda motor jatuh.

c) Mengindentifikasi Gangguan Melalui Cara Kerja dan Pengereman

    Cara selanjutnya untuk mengindentifikasi gangguan rem ABS adalah dengan cara kerja pengereman. Apabila saat melakukan pengereman tidak ada rasa memantul, hal itu menandakan bahwa rem ABS tidak berfungsi dengan baik.


MENGATASI GANGGUAN REM ABS

    Penggunaan rem ABS di sepeda motor merupakan hal yang baru. Oleh karena itu, cara memperbaiki gangguan sistem rem ini masih terasa sulit untuk dilakukan. Berikut ini beberapa cara untuk mengatasi gangguan pada sistem rem ABS.

Gambar 1. Ordinary Self Diagnosis Sistem rem ABS (sumber :https://www.slideshare.net/galo2/combined-abs-cbr-250)
Gambar 2. Kode kerusakan pada ABS (sumber :https://www.slideshare.net/galo2/combined-abs-cbr-250)
Gambar 3. Ringkasan diagnosis ABS (sumber :https://www.slideshare.net/galo2/combined-abs-cbr-250)

    Cara mendiagnosis kegagalan fungsi ABS cukup mudah, yakni dengan melihat kedipan lampu indikator. Namun, ada cara yang harus dilakukan sebelumnya. Dalam kondisi motor tidak jalan, lepaskan konektor ABS Service Check dari konektor. Jumper terminal konektor (abu-abu dan merah-silver). Selanjutnya, putar kunci kontak ke ON. ABS indikator akan menyala selama 2 detik lalu mati selama 3,6 detik. Setelah itu indikator akan memberitahukan sumber masalah. kedipan panjang menandakan puluhan, sedang kedipan cepat menandakan satuan. Misal, satu kedipan panjang dan tiga kedipan cepat artinya angka 13. Angka 13 tersebut menandakan rangkaian speed sensor belakang tidak berfungsi dengan baik. Perhatikan langkah berikut :

a. Lepaskan konektor ABS service check 3P dari konektor dummy.

b. Hubungkan dengan kabel terminal konektor 3P ABS konektor dengan kabel jumper kemudian putar kunci kontak ke posisi OFF

Gambar 4. Kabel Terminal konektor 3P ABS konektor dengan kabel jumper (sumber :https://www.slideshare.net/galo2/combined-abs-cbr-250)

c) Putar ignition switch ke posisi ON dan engine stop swith ke Ω. ABS indikator (l) harus menyala 2 detik (sinyal start kemudian akan mati setelah 3,6 detik) dan mulai mengindikasikan masalah.
d) Kode masalah diperlihatkan dengan jumlah kedipan ABS indikator. Jika kode masalah tidak tersimpan, ABS indikator tetap menyala.
e) Putar Ignition switch ke OFF dan lepaskan jumper wire(kabel jumper). Hubungkan konektor 3P ABS service check ke konektor dummy (penutup).
    Langkah selanjutnya adalah menghapus kode kerusakan pada sensor rem ABS agar tidak menyala terus menerus.
a) Lepaskan konektor 3P ABS Service Check (1) dari konektor dummy (2).
b) Hubungkan singakt terminal-terminal kabel dari konektor 3P ABS service check dengan sebuah jumper wire (3) dengan ignition switch diputar ke OFF dengan cara yang sama seperti saat pengeluaran. 
c) Putar ignition switch ke ON dan engine stop switch ke Ω sementara menekan handel rem. ABS indikator harus menyala selama 2 detik lalu mati.
d) Lepaskan handel rem dengan segera setelah ABS indikator mati, ABS indikator harus menyala.
Gambar 5. Konektor 3P ABS service Check, Lepas handle rem dan lampu indikator ABS (sumber :https://www.slideshare.net/galo2/combined-abs-cbr-250)

e) Tekan Handle rem segera setelah ABS indikator menyala. ABS indikator harus mati.
f) Lepaskan handle rem segera setelah ABS indikator mati. Setelah penghapusan kode selesai, ABS indikator akan berkedip 2 kali dan menyala terus.
g) Jika ABS indikator tidak berkedip 2 kali, data tidak terhapus. Jadi, cobalah sekali lagi. Jika indikator berkedip 2 kali dan berkedip terus, berarti sistem ABS tidak bekerja dengan baik.
h) Putar Ignition switch ke OFF dan lepaskan jumper wire. Hubungkan konektor 3P ABS service check ke konektor dummy.

Tabel Kode Kerusakan pada ABS (sumber :https://www.slideshare.net/galo2/combined-abs-cbr-250)


SOAL 
1. Tuliskan cara apasaja yang digunakan untuk mengidentifikasi kerusakan pada ABS!
2. Tuliskan kembali tabel kode kerusakan pada rem ABS!
3. Bagaimana cara mengatasi kerusakan pada rem ABS?










Minggu, 13 September 2020

Gangguan Sistem Pemasukan dan Pembuangan

     Mesin sepeda motor merupakan sebuah tipe mesin pembakaran dalam yang menggunakan nyala busi untuk proses pembakaran dengan bahan bakar bensin. Pada mesin bensin, pada umumnya udara dan bahan bakar dicampur sebelum masuk ke ruang bakar. Pencampuran udara dan bahan bakar dilakukan oleh karburator dan atau sistem injeksi. Dengan demikian, proses pembakaran pada mesin sepeda motor akan melibatkan sistem pemasukan dan pembuangan, sistem bahan bakar injeksi ataupun karburator. Ketiga sistem ini harus terjaga dengan baik agar mesin sepeda motor tetap optimal.

    Sistem pemasukan terdiri dari saringan udara dan intake manifold. Saringan udara berfungsi untuk memisahkan saringan udara yang masuk ke dalam silinder dari debu dan kotoran sebelum bercampur dengan bahan bakar, dan intake manifold berfungsi sebagai penyalur udara yang sudah bercampur dengan bahan bakar ke dalam silinder. Intake manifold di desain sedemikian rupa supaya bisa membagi campuran udara dan bensin sama rata tiap silinder.

    Sistem pembuangan terdiri dari exhaust manifold, exhaust pipe dan muffler. Exhasust manifold  menampung sisa gas buang dari dalam silinder untuk dikeluarkan melalui exhaust pipe ( knalpot ). Muffler berfungsi sebagai peredam  bunyi yang disebabkan keluarnya gas bekas. Sistem exhaust untuk mesin tipe tertentu juga dilengkapi catalytic converter, dimana gas buang sebelum dikeluarkan akan di netralisir dari zat tertentu. 

1. Komponen-komponen Sistem Pemasukan dan Pembuangan Sepeda Motor

    Sistem pemasukan dan pembuangan pada mesin sepeda motor tentunya disusun oleh komponen-komponen yang memiliki fungsi masing-masing.

a. Komponen Pemasukan

    Secara umum, pemasukan pada sistem sepeda motor terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut :

1) Saringan Udara

    Saringan Udara memiliki beberapa jenis/tipe yaitu sebagai berikut :

a) Saringan udara tipe kertas

b) Pre air cleaner

c) Saringan udara tipe oil bath

d) Saringan udara tipe silikon

Harus Paham Nih, Jenis-jenis Filter Udara Motor, Ada Apa Saja? - GridOto.com

Gambar 1. Saringan udara tipe kertas (sumber gridoto.com)

Jual Saringan Udara Round Air Cleaner Blower Filter Element Dust Collector  - Jakarta Utara - Filterman | Tokopedia

Gambar 2. Pre Air Cleaner (sumber : tokopedia)

Gambar 3. Saringan udara tipe oil bath ( sumber :http://pengetahuan-dan-hiburan.blogspot.com/2014/01/tipe-tipe-saringan-udara-pada-mobil.html)

Gambar 4. Saringan udara tipe silikon (sumber http://pengetahuan-dan-hiburan.blogspot.com/2014/01/tipe-tipe-saringan-udara-pada-mobil.html)

2) Intake Manifold 
Jual intake manifold/manipol/manipul karbu PE, PWL, PWK for motor bebek -  Kota Surabaya - Infus speed | Tokopedia
Gambar 5. Intake Manifold (sumber: tokopedia)
3) karburator
12 Komponen Karburator Motor : Fungsi & Cara Kerja 2020 | Otoflik
Gambar 6. Karburator (sumber: otoflik.com)
4) Injektor
Bikin Injektor Buat Motor, Bosch Seriusi Segmen Roda Dua - Otomotif  Liputan6.com
Gambar 7. Injektor (sumber:liputan6.com)
5) Katup
PENYETELAN KATUP SEPEDA MOTOR - PERSEMIJA
Gambar 8. Katup (sumber persemija)
6) Exhaust Manifold
Jual Exhaust manifold nitro engine 18 - Kota Tangerang - PHILIPS EASY SCENE  | Tokopedia
Gambar 9. Exhaust Manifold (sumber tokopedia)
 

b. Komponen Pembuangan
    Secara umum, pembuangan pada mesin sepeda motor terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut :
1) Pipa buang
2) knalpot
3) Catalytic converter
4) Muffler

2) Prinsip Kerja Sistem Pemasukan dan Pembuangan
Cara kerja sistem EFI sepeda motor - Conectingwillys
Gambar 10. Prinsip kerja sistem pemasukan dan pembuangan pada EFI (sumber :conectingwilys)

    Saat piston melakukan langkah isap, udara akan terisap melewati filter udara. Udara akan disaring sehingga udara yang akan masuk ke ruang bakar dalam keadaan bersih dari debu dan kotoran lainnya. Di mesin yang menggunakan pengkabutan karburator, udara dan bahan bakar bercampur di karburator. Sedangkan pengkabutan injeksi, bahan bakar akan disemprotkan di intake manifold sehingga udara dan bahan bakar bercampur. Dari intake manifold campuran bahan bakar akan melewati katup masuk kemudian masuk ke ruang bakar. 
    Di ruang bakar terjadi proses pembakaran yang akan menghasilkan gas buang. Gas buang akan keluar melalui katup buang diteruskan ke exhaust manifold menuju knalpot. Di knalpot gas buang melewati pipa buang menuju catalitytic converter untuk mengurangi kadar gas emisi dengan mengikat gas CO, HC, dan NOx. Setelah melewati catalitic converter menuju ke muffler untuk meredam suara ledakan akibat tekanan dan temperatur yang tinggi selanjutnya gas buang keluar dari sistem pembuangan. 

3. Gangguan pada Sistem Pemasukan dan Pembuangan
a) Tarikan mesin berat dan boros bahan bakar 
    Penyebab utama gangguan ini adalah kotornya saringan udara. Saringan udara berfungsi untuk menyediakan udara bersih yang akan bercampur dengan bahan bakar. Jika saringan udara kotor, otomatis kebutuhan oksigen sebagai bahan untuk proses pembakaran di dalam ruang mesin menjadi tidak seimbang atau kekurangan oksigen, dan akibatnya tenaga mesin atau tarikan mesin menjadi berat. Inilah yang membuat konsumsi bahan bakar kendaraan menjadi boros dan terbuang sia-sia hanya dikarenakan saringan udara yang kotor dan tersumbar debu.

b) Akselerasi Mesin Kurang Sempurna dan Nyala Mesin Tidak Stabil (Suara Mesin Terbatuk-batuk)
    Gangguan ini dapat disebabkan akibat saringan udara yang tersumbat sehingga memengaruhi komposisi bensin dan udara. Akibatnya campuran terlalu kaya dan menyebabkan suara mesin terbatuk-batuk.

c) Sistem Pembuangan Menimbulkan Suara Bising.
    Gangguan ini kemungkinan disebabkan peredam suara sudah mengalami kerusakan sehingga perlu diganti. Segera lakukan pemeriksaan pipa buang, peredam suara, catalytic converter untuk mengetahui apakah ada kerusakan.

d) Suara Pembuangan Menyerupai Desis
    Penyebab dari gangguan ini adalah adanya lubang-lubang pada pipa buang yang menuju ke knalpot. Segera periksa seluruh bagian pipa buang bila terdapat lubang segera tambal dengan las atau ganti pipa buang dengan yang baru.

e) Mesin Kepanasan dan Kurang Tenaga
    Gangguan ini bisa diakibatkan karena knalpot atau peredam suara rusak sehingga menimbulkan tekanan belakang pada mesin. Segera periksa dan lakukan penggantian jika diperlukan.

f) Tercium Bau Oli Terbakar di Sekitar Mesin
    Gangguan ini disebabkan sistem kontrol emisi tersumbat dan perlu dibersihkan atau memerlukan penggantian dengan onderdil baru.


Soal
1. Gambarkan Diagaram Skema Pemasukan dan Pembuangan !
2. Gangguan apa saja yang disebabkan oleh saringan udara yang kotor!

Tuliskan jawabanmu di buku tulis dan upload di googleclassroom
    


Selasa, 08 September 2020

Sistem Sinyal pada Sepeda Motor

 Di dalam sinyal sepeda motor sering sekali terdapat sejumlah gangguan. Untuk itu, dalam mengetahui berbagai cara menanggulangi gangguan dan memperbaiki sistem sinyal kita perlu mnegetahui apa saja sistem sinyal itu.

1. Pengertian Sistem Sinyal

    Suatu sistem sinyal atau tanda adalah sistem kelistrikan yang terdapat dalam sebuah sepeda motor yang berguna sebagai sinyal tanda bagi pengendara lain baik berupa sinyal lampu ataupun bunyi. 

2. Komponen Sistem Sinyal

a. Lampu Rem

    Penempatan posisi lampu rem pada bagian belakang sepeda motor, dan dijadikan satu dengan lampu belakang (Tail Light), akan tetapi ketika saklar atau switch rem diletakkan pada mekanis pedal rem kaki dan rem tangan (Kemudi). Apabila pedal rem di tarik maka sakelar rem ON dan lampu rem menyala. Manfaat lampu rem memberikan tanda isyarat kepada kendaraan yang terdapat di belakang, bahwa isyarat memperlambat kecepatan jalannya kendaraan atau tanda berhenti. Pada saat sepeda motor melakukan pengereman sakelar ON maka aliran listrik dari baterai, sekering, sakelar, lampu stop, massa. Dan aliran arus listrik tersebut menjadikan lampu stop menyala. 

Pemeriksaan Sistem Lampu Tanda Atau Sinyal Pada Sepeda Motor

Gambar 1. Rangkaian Lampu Rem (sumber : totalotomotif.com)

b. Klakson

    Klakson merupakan suatu komponen pembuat tanda suara berdasarkan getaran membran yang bergetar berlandaskan elektromagnit yang terjadi pada lilitan yang berada pada klakson. Dan apabila tombol di tekan maka arus listrik akan mengalir dari baterai, melewati sekering lalu ke klakson sehingga membran klakson akan bergetar dan menimbulkan suara.

Pemeriksaan Klakson | TotalOtomotif.com

Gambar 2. Rangkaian Klakson (sumber totalotomotif.comm)


Soal

carilah referensi lewat buku/internet apa penyebab dari masalah berikut ini :

1. Klakson berbunyi terus.

2. Klakson tidak berbunyi.

3. Lampu rem menyala terus menerus.

Minggu, 06 September 2020

KOMPONEN REM ABS

 Rem ABS atau yang disebut juga dengan Anti Lock Braking System adalah sebuah sistem rem yang ada di kendaraan mobil ataupun motor agar tidak terjadi penguncian roda saat pengendara mengerek secara mendadak. Sebelum ada di motor, sistem ini sudah ada terlebih dahulu di Pesawat Terbang. Seperti yang kita tahu banyak para pengendara yang kadang melakukan rem mendadak dan tentunya ini membahayakan bagi si pengendara itu sendiri.

PENGERTIAN DAN CARA KERJA DARI REM ABS | OTOMOTIF

Gambar 1. Diagram rem ABS (sumber otomotif blogger)

Teknologi sistem pengereman ABS bekerja berdasarkan data sensir ABS yang letaknya berada di dekat bidang pengereman. Ketika sensor ABS tersebut mendeteksi ada roda yang mengunci, secara otomatis sensor tersebut akan mengirimkan sinyal ke modulator yang kemudian berfungsi untuk memerintahkan piston rem untuk mengendurkan tekanan fluida atau minyak rem dari kaliper dalam kondisi tertentu. Sebaliknya, tekanan akan kembalo naik dan normal ketika penguncian berkurang. Proses pengurangan, penahanan, dan peningkatan tekanan fluida ini berlangsung sangat cepat, sekitar 15-50 kali perdetik sehingga roda tidak akan terkunci saat terjadi pengereman mendadak. 

KOMPONEN SISTEM REM ABS

Sistem pengereman ABS memiliki beberapa komponen penting. Berikur beberapa komponen pada sistem rem ABS.

a. Wheel Speed Sensor

Wheel Speed Sensor berfungsi untuk mendeteksi kecepatan roda dan mendeteksi terjadinya slip pada roda kendaraan. Saat terjadi pengereman akan dikonfirmasikan ke ABS control moduk kemudian dilakukan pengereman. Wheel Speed Sensor terdiri atas sensor dan rotor. 

C1203 Y C1200 HYUNDAI ELANTRA 2008 ABS EN FALLA - YouTube

Gambar 2. Wheel Speed Sensor (Sumber : Youtube)

Di dalam sensor terdapat magnet yang menghasilkan garis gaya magnet dan pada rotor terdapat roda gigi. Saat rotor berputar, roda gigi yang berputar memotong garis gaya magnet sehingga menghasilkan gaya induksi elektromagnetik bolak-balik sesuai dengan kecepatan rotor. Oleh sensor, gaya induksi elektromagnetik bolak-balik ini diubah menjadi sinyal gelombang sinus tegangan kemudian dikirimkan ke ABS Control Modul.

b. ABS Control Modul

ABS Control Modul adalah unit yang memproses seua sensor untuk mengendalikan kerja sistem rem ABS dengan cara mengatur kerja setiap selenoid yang ada di dalam Hidraulic Unit. Berikut ini beberapa fungsi ABS Controle Module : 

ATE 36001319, 399009 ABS Control Module - Volvo

Gambar 3. ABS Control Module (sumber : autohausAZ)

1) Fungsi Self Diagnosis

Fungsi Self Diagnosis adalah untuk mendiagnosis sistem dan komponen rem pada berbagai kondisi dan hasilnya diinformasikan dalam DTC dengan penyalaan lampu peringatan ABS.

2) Funsi Fail Safe 

Fugsi Fail Safe  adalah fungsi keamanan di mana jika terjadi masalah pada fungsi ABS, Sistem ABS akan off dan sistem rem akan kembali pada sistem rem konvensional (tanpa ABS).

3) Sirkuit Pembentuk Gelombang

Sirkuit pembentuk gelombang mengubah sinyak output dari wheel speed sensor berupa gelombang sinus (analog) yang frekuensinya berubah-ubah berdasarkan perubahan kecepatan roda menjadi sinyal pulsa (digital) sehingga dapat diproses oleh microcomputer.

4) Microcomputer Unit (MCU)

Microcomputer Unit (MCU) mendeteksi kecepatan roda, percepatan atau perlambatan kecepatan roda, dan kecepatan kendaraan sesuai sinyal digital yang dikirim dari sirkuit pembentuk gelombang sehingga kondisi slip kendaraan dapat dideteksi setiap waktu. (1) Saat perlambatan kecepatan roda menurun drastis hingga di bawah kecepatan yang ditentukan, MCU menentukan angka slip tinggi dan mengirim sinyal untuk menahan atau mengurangi tekanan rem. (2) Sebaliknya, saat percepatan kecepatan roda meningkat hingga pada batas yang telah ditentukan, MCU menetukan angka slip rendah mengirim sinyal untuk menaikkan tekanan rem. 

5) Sirkuit Selenoid Control 

Sirkuit ini menggunakan power transistir dan mengontrol arus yang mengalir ke selenoid valve di dalam hidraulic unit.

6) Sirkuit Fail-safe 

Sirkuit ini memonitor kerja dari sensor, selenoid dan ABS controle modul. Apabila terdapat unit atau sistem yang tidak berfungsi, sirkuit akan menghentikan kerja dari semua selenoid dan motor, sistem rem akan berfungsi secara konvensional, serta lampu peringatan ABS pada panel instrumen akan menyala. 

c. Hidraulic Unit

Hidrolik unit terdiri atas selenoid valve, pompa, reservoir, accumulator. Selenoid valve mengubah posisi anchor berdasarkan output dari ABS controle modul.

1) Saat sirkuit penghasil tekanan terbentuk, minyak rem dalam caliper atau wheel cylinder mengalir menuju ke reservoir dan tekanan rem menurun. Pompa mengalirkan minyak rem ke accumulator  di mana tersimpan minyak rem yang bertekanan tinggi. sebelum dikembalikan ke master cylinder.

2) Saat sirkuit penahan tekanan terbentuk, saluran kaliper terputus dan tekanan minyak dalam kaliper di jaga agar konsisten.

3) Saat sirkuit peningkatan terbentuk, minyak rem yang bertekanan tinggi pada accumulator diteruskan ke kaliper. Jika tekanan minyak rem dalam accumulatir belum tinggi, tekanan minyak rem dalam kaliper sama dengan tekanan minyak rem pada master cylinder.


SOAL!!

1. Jelaskan bagaimana cara kerja sistem ABS pada sepeda motor!

2. Sebutkan Komponen rem ABS dan fungsinya!

3. Sebutkan sepeda motor apa saja yang kamu ketahui yang sudah menggunakan rem ABS!




Selasa, 01 September 2020

EVALUASI SISTEM INSTRUMEN

 Suatu evaluasi sistem instrumen dilaksanakan dengan cara melakukan pemeriksaan pada sistem instrument sepeda motor. Pemeriksaan sistem instrumen dibedakan menjadi 2 macam sebagai berikut :

a. Pemeriksaan Speedometer dan Odometer

    Langkah-langkah yang dilakukan sebagai berikut :

1) Pemeriksaan kawat pada speedometer dan odometer dengan langkah sebagai berikut : 

  • Lepaskan kawat speedometer dan kawat odometer. Periksa kondisi kawat tersebut dari kemungkinan-kemungkinan aus, berkarat atau putus. Bila diperlukan kawat bisa diganti dengan yang baru.
  • Periksalah kondisi mekanik pengoperasian kawat speedometer dekat poros roda depan dan mekanik penggerak kawat odometer pada blok silinder. Bila kondisi mekanik penggerak tersebut sudah putus atau sudah tidak layak pakai maka harus segera diganti.
  • Pasang kembali kawat speedometer dan odometer. Perhatikan juga pemberian pelumas secukupnya dengan Vet pada seluruh permukaan kawat tersebut.
2) Pemeriksaan kabel speedometer dengan langkah sebagai berikut : 
  • Lepaskan unit speedometer dari dudukan posisi benda tersebut.
  • Periksa kabelnya dari kemungkinan-kemungkinan putus/lepas.
  • Periksa roda gigi penggerak jarumnya, mungkin sudah aus/kotor. Roda gigi yang kotor harus segera dibersihkan. Roda gigi yang aus atau rusak harus segera diganti.
  • Periksa kondisi tabung bergeriginya dari kemungkinan aus/kotor sekali. Apabila kotor bersihkan dengan kain dan sikat dan jika aus/rusak harus segera diganti.
  • Untuk speedometer magnet, periksa kondisi pegas rambutnya. Mungkin sudah terlalu lemah atau putus. Apabila putus maka harus segera diganti.
  • Periksa lagi keadaan gigi-giginya dari kemungkinan aus dan kotor sekali. 
  • Rakit kembalo komponen-komponen yang telah dibongkar dan pasang pada dudukannya atau posisi semula seperti pada gambar berikut :
    Gambar 1. Komponen-komponen sistem instrumen (sumber : www.infootomotif.com)

b. Pemeriksaan Sakelar (Switch) 
  • Periksa sambungan antar terminal yang ada switch ( Connerctor switch) dengan menggunakan multimeter (Skala Ohmeter x 1 ohm) untuk menentukan benar baik atau tidak sambungannya.
  • Tanda "0 - 0" menunjukkan terminal yang memiliki hubungan (Kontinuitas), yaitu sirkuit/rangkaian tertutup pada posisi switch yang ditunjukkan.
  • Jika terdapat sambungan yang kurang baik atau tidak ada hubungan (Kontinuitas), perbaiki atau ganti (bila perlu) switch.
Catatan
  1. Warna kabel pada switch (connector switch) setiap merek sepeda motor kemungkinan berbeda, lihat pada buku manual.
  2. Bentuk switch setiap merek sepeda motor kemungkinan berbeda, lihat pada buku.

TUGAS 
Salin Bacaan di atas di buku tulismu dan upload di google classroom!

Gangguan pada Rem Mekanik

 Rem merupakan komponen penting pada kendaraan bermotor. Rem yang tidak pernah dirawat akan mudah aus dan rusak. Untuk dapat merasakan dan melohar gangguan dan/atau kerusakan rem mekanik, Anda harus mengetahui gangguan pada rem mekanik sepeda motor. Adapun gangguan-gangguannya adalah sebagai berikut 

a. Pengereman Kurang Pakem

    Pada umumnya, kemungkinan penyebab terjadinya sistem pengereman pada rem mekanik kurang pakem meliputi hal-hal berikut :

1. Penyetelan kurang tepat

2. Keausan pada tromol

3. Keausan pada kampas

4. Pemasangan kampas rem tidak benar

5. Kabel rem macet (Kurang pelumas)

6. Terjadi kontaminasi pada tromol

7. Terjadi kontaminasi pada kampas

b. Handle Lambat atau terlalu keras untuk kembali pada posisi semula (tidak lancar)

    Gangguan pada rem ini biasanya oleh beberapa hal sebagai berikut : 

1. Terjadi keausan pada sepatu rem akibat gesekan dengan nok (tonjolan)

2. Terjadi keausan atau patah pada per rem

3. Terjadi kerenggangan yang berlebihan antara lengan rem dengan nok

4. Penyetelan kurang tepat

5. Tromol macet akibat kontaminasi

6. Kabel rem macet karena kurangnya pelumasan

7. Kesalahan pemasangan pada tromol

c. Terjadi bunyi pada saat di rem

    Pada umumnya, gangguan berupa bunyi saat motor direm disebabkan oleh beberapa hal berikut :

1. Terjadi keausan pada kampas

2. Terjadi keausan pada tromol

3. Kontaminasi pada tromol


MENGATASI GANGGUAN REM MEKANIK

a. Pemeriksaan Tromol Rem

1) Periksa tromol rem terhadap keausan/kerusakan. Gunakan Vernier Caliper untuk mengukur diameter lining tromol. lakukan pengukuran di beberapa tempat dan dapatkan ukuran terbesar untuk menentukan nilai keausannya.

2) Jika tromol rem berkarat bersihkan dengan amplas

PENELITIAN REM DRUM (TROMOL) PADA SEPEDA MOTOR HONDA MEGA PRO 160CC TAHUN  2005

Gambar 1. Pengukuran Diamater Tromol (sumber siitok.blogspot.com)

Note : Jangan gunakan tekanan udara atau sikat kering untuk membersihkan rem. Debu rem mengandung serat asbes yang dapat mengakibatkan kanker.

b. Pemeriksaan Keausan Sepatu Rem

1) Keausan sepatu rem ditunjukkan oleh indikator batas keausan (wear indicator plate/wear indikator limit)

Pastikan Waktu Ganti Kampas Rem Tromol dengan Indikator

Gambar 2. Indikator batas limit sepatu rem (sumber otomotif.kompas.com)

2) Permukaan gesek sepatu rem yang kotor karena debu atau terlihat mengilap dapat dipergunakan kembali setelah dibersihkan dengan cara diampelas. Jangan menggunakan tekanan udara atau sikat kering untuk membersihkan rem. Karena debu rem mengandung asbes dan partikel lain yang dapat mengganggu kesehatan.

3) Sepatu rem wajib diganti apabila ketebalan kurang dari batas servis yang diizinkan dan permukaan gesek sepatu rem terkena gemuk/oli pelumas.

c. Pembongkaran Sepatu Rem

1) Lepaskan sepatu-sepatu rem dan pegas-pegas dengan menariknya dari anchor pin.

2) Lepaskan mur, baut, dan lengan rem.

3) Lepaskan pelat indikator keausan, sil debu, dan bubunhan rem.

d. Pemeriksaan Kampas Rem

1) Ukur ketebalan kampas rem (brake linning)

2) Batas servis : 2,0 mm

3) Ganti sepatu rem sepasang jika ketebalan kampas rem kurang dari batas servis atau terkena greese (gemuk)

Tutorial Cara pemeriksaan kampas rem, Teknik Sepeda Motor. - YouTube

Gambar 3. Pemeriksaan ketebalan kampas rem (sumber : youtube.com)

e. Pemasangan Sepatu Rem

1) Lumasi gemuk pada anchor pin dan bubungan rem.

2) Pasang bubungan rem pada panel rem

3) Lumasi oli pada seal dan pasangkan pada panel  rem.

4) Lumasi brake cam  dan anchor pin menggunakan greese (gemuk). Pastikas greese tidak mengenai lining tromol/sepatu rem.

SISTEM RANGKA PADA SEPEDA MOTOR - PDF Free Download

Gambar 4. Pelumasan pada brake cam  dan anchor pin (sumber : docplayer.info)

5) Untuk rem tromol roda depan, jangan lupa periksa pula fungsi speedometer drive gear.

6) Pasang Pelat indikator keausan pada bubungan rem dengan menempatkan gerigi yang lebih lebar dengan potongan pada bubungan rem. 

7) Periksa ketepatan pemasangan wear indikator plate dan brake arm terhadap tanda pemasangannya.

Gambar 5. Pemasangan Lengan Rem dengan Menempatkan tanda titik (sumber : Astra Honda)

8) Pasang lengan rem dengan menempatkan tanda titik antara lengan dan bubungan rem.

9) Pasang baut penjepit lengan rem dan kencangkan.

10) Pasang sepatu-sepatu rem dan pegas-pegas.

f. Penyetelan Jarak Main Bebas Tuas /Pedal Rem

Tuas rem (depan)            : 20-30 mm

Pedal rem (belakang)      : 20-30 mm

1) Tuas rem Tromol depan

Gambar 6. Tuas Rem Tromol Depan (Sumber : Buku Pemeliharaan Sassis Sepeda Motor)

2) Tuas rem Tromol Belakang 

Gambar 7. Tuas Rem Tromol Belakang (Sumber : Buku Pemeliharaan Sassis Sepeda Motor)

3) Menyetel sakelar lampu rem belakang

Spec : lampu menyala saat pedal rem ditekan 20 mm dan rem mulai bekerja 

Gambar 8. Posisi Sakelar lampu Belakang (Sumber : Buku Pemeliharaan Sassis Sepeda Motor)


SOAL 

Carilah informasi mengenai cara mengatasi gangguan rem mekanik pada kampas rem yang aus, tetapi tanpa harus menggantinya! Informasi dapat kamu cari di internet dan buku referensi lainnya.

Jenis Layanan Bengkel Sepeda Motor

 Manajemen bengkel adalah salah satu cabang manajemen yang kegiatannya mengatur agar dapat menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang da...